Pemprov Lampung Perkuat Peran Pesantren Cetak SDM Unggul dan Berkarakter

Lampung Selatan — Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen untuk terus mendukung generasi muda, khususnya para santri, dalam meraih pendidikan tinggi dan berkontribusi di tingkat global.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Lampung yang diwakili Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) Provinsi Lampung, Ganjar Jationo, dalam acara Haflah Tasyakur Pelepasan Santri Kelas VI Shuffah/XII MA Pondok Pesantren Shuffah Hizbullah dan Madrasah Al-Fatah, Lampung Selatan, Minggu (19/4/2026).

Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdulfattah A.K. Al-Sattarni, ini menjadi simbol kuat persaudaraan dan solidaritas antara masyarakat Lampung dan Palestina.

“Kehadiran beliau bukan hanya sebuah kehormatan, tetapi juga penguat nilai kemanusiaan dan kebersamaan yang terus dijunjung tinggi oleh masyarakat Lampung,” ujarnya.

Gubernur juga memberikan apresiasi tinggi kepada pondok pesantren yang konsisten mencetak generasi unggul. Menurutnya, pesantren memiliki peran strategis dalam membangun sumber daya manusia yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam iman, akhlak, dan karakter.

“Momen Haflah Tasyakur ini bukanlah akhir, melainkan gerbang awal bagi para santri untuk melangkah lebih jauh. Kalian lulus di saat Indonesia bersiap menuju Indonesia Emas 2045. Pemerintah Provinsi Lampung hadir dan tidak akan membiarkan kalian berjuang sendiri,” tegasnya.

Ia menambahkan, Pemprov Lampung telah menyiapkan berbagai program pendidikan sebagai “karpet merah” bagi generasi muda, mulai dari peningkatan akses dan mutu pendidikan, penguatan pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja, hingga pengembangan sumber daya manusia unggul dan berkarakter.

Selain itu, Pemprov Lampung juga membuka peluang lebih luas melalui program inovatif, seperti kelas vokasi dan kerja sama internasional, guna mempersiapkan generasi muda menghadapi persaingan global.

Dukungan terhadap pesantren pun terus diperkuat sebagai bagian integral dari sistem pendidikan nasional sekaligus pusat pemberdayaan masyarakat.

Gubernur juga menyoroti perhatian khusus pemerintah terhadap para penghafal Al-Qur’an. Melalui sinergi dengan berbagai perguruan tinggi, termasuk Universitas Lampung, jalur prestasi bagi hafiz dan hafizah semakin diperluas.

“Kami ingin melahirkan pemimpin masa depan Lampung yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki hati yang bercahaya dengan nilai-nilai Al-Qur’an,” katanya.

Ia pun berpesan kepada para santri agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.

“Jadilah generasi yang modern dalam teknologi, namun tetap teguh dalam prinsip ibadah. Bawalah nama baik Lampung hingga ke kancah internasional,” pungkasnya.

Sementara itu, Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdulfattah A.K. Al-Sattarni, menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan masyarakat Indonesia, termasuk Lampung, terhadap perjuangan rakyat Palestina. Ia menyebut Indonesia sebagai “rumah kedua” bagi rakyat Palestina.

“Kami merasakan persaudaraan yang tulus di negeri ini. Dukungan dan kepedulian bangsa Indonesia menjadi harapan besar bagi kami,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan keyakinannya bahwa keadilan akan terwujud dan Palestina akan merdeka.

“Suatu hari nanti, kita semua akan dapat beribadah dengan damai di Masjid Al-Aqsa. Terima kasih atas segala dukungan yang tidak pernah putus,” tutupnya.

Momentum ini diharapkan semakin memperkuat semangat generasi muda untuk terus belajar, berprestasi, dan berkontribusi, sekaligus menumbuhkan kepedulian global yang berlandaskan nilai kemanusiaan dan keimanan.

Lampung Siapkan Atlet Domino ke Nasional Lewat Kejurprov ORADO 2026

Bandar Lampung — Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Federasi Olahraga Domino Indonesia (ORADO) Provinsi Lampung 2026 Piala Gubernur Lampung resmi digelar di Balai Keratun Lantai III, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Sabtu (18/04/2026).

Pembukaan kejuaraan dilakukan secara simbolis oleh Gubernur Lampung yang diwakili Sekretaris DPRD Provinsi Lampung, Descatama Paksi Moeda, dengan melakukan lemparan pertama dalam permainan domino.

Gubernur Lampung dalam sambutan tertulis yang disampaikan oleh Sekretaris DPRD Provinsi Lampung, Descatama Paksi Moeda menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kejuaraan tersebut. Menurutnya, domino merupakan olahraga yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat.

“Permainan ini sering kita jumpai di warung kopi, teras rumah, hingga saat berkumpul bersama. Suasananya santai dan penuh canda, namun di dalamnya terdapat strategi, ketelitian, serta kemampuan membaca langkah lawan,” ujarnya.

Ia menegaskan, dari permainan sederhana dapat lahir kompetisi yang sehat dan bermartabat. Olahraga, lanjutnya, tidak selalu identik dengan aktivitas fisik, tetapi juga mampu mengasah kecerdasan, kesabaran, dan pengendalian diri.

Selain itu, kejuaraan ini dinilai menjadi sarana mempererat kebersamaan antar daerah. Peserta yang berasal dari berbagai kabupaten/kota di Lampung hadir membawa semangat dan identitas daerah masing-masing, sekaligus memperkuat rasa persaudaraan.

Gubernur menegaskan Pemerintah Provinsi Lampung terus mendorong pertumbuhan berbagai sektor, termasuk olahraga sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia. Hal ini bertujuan menciptakan masyarakat yang sehat, aktif, dan memiliki ruang berkembang sesuai minat dan potensi, termasuk pada cabang olahraga yang dekat dengan kehidupan sehari-hari seperti domino.

“Kejuaraan seperti ini menjadi bagian penting dalam proses pembinaan. Dari sini akan lahir pemain-pemain yang terlatih, terbiasa berkompetisi, dan memiliki mental bertanding yang kuat,” tambahnya.

Gubernur juga berpesan kepada seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas dan menikmati setiap proses pertandingan.

“Kemenangan memang penting, tetapi pengalaman dan kebersamaan juga memiliki nilai yang besar,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Provinsi ORADO Lampung, Budi Dharmawan, menjelaskan bahwa ORADO merupakan federasi olahraga domino tingkat nasional yang baru dideklarasikan pada 7 Januari 2026 di Jakarta.

Dalam waktu tiga bulan, lanjutnya, ORADO telah membentuk kepengurusan di 38 provinsi serta lebih dari 50 persen kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Berbagai kegiatan juga telah digelar baik oleh pengurus pusat maupun daerah.

“Insya Allah minggu depan akan berlangsung Kejuaraan Nasional (Kejurnas) pertama ORADO di Puncak, Bogor, Jawa Barat. Karena itu, Kejurprov ini menjadi ajang seleksi untuk menentukan perwakilan Lampung,” jelasnya.

Ia menambahkan, juara pertama dalam Kejurprov ini berhak mewakili Provinsi Lampung pada Kejurnas tersebut, sekaligus mendapatkan uang pembinaan.

Saat ini, ORADO Lampung telah membentuk 10 pengurus cabang di tingkat kabupaten/kota. Namun, baru enam daerah yang telah melaksanakan kejuaraan cabang (Kejurcab), sehingga peserta Kejurprov berasal dari enam kabupaten/kota tersebut.

Budi juga mengakui bahwa pengembangan atlet kelompok umur masih menjadi pekerjaan rumah bagi ORADO Lampung. Pasalnya, minat pada kategori usia dini masih terbatas, berbeda dengan beberapa provinsi lain yang telah menggelar kompetisi kelompok umur di bawah 17 tahun.

“Kami berharap ke depan bisa menjaring lebih banyak bibit atlet muda agar Lampung mampu bersaing di tingkat nasional,” harapnya.

Kejurprov ORADO Provinsi Lampung 2026 Piala Gubernur Lampung diharapkan dapat berjalan lancar, penuh semangat, serta menjunjung tinggi nilai sportivitas dalam setiap pertandingan.

Lampung Siap Jadi Tuan Rumah HUT REI ke-54, Dorong Ekonomi Daerah dan Promosi Pariwisata

Bandar Lampung — Provinsi Lampung bersiap menjadi tuan rumah peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Real Estat Indonesia (REI) ke-54 yang akan digelar pada tanggal 5 hingga 8 Mei 2026.

Hal terebut disampaikan Ketua Dekranasda Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza saat memimpin rapat persiapan bersama sejumlah Pimpinan OPD, Pengurus DPD REI Lampung, Pengurus Dekranasda Provinsi Lampung dan segenap pendukung kegiatan di kantor Dekranasda Provinsi Lampung, Jum’at (17/04/2026).

Kegiatan berskala nasional ini diproyeksikan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di sektor properti, pariwisata, UMKM, dan jasa.

Rangkaian kegiatan HUT REI ke-54 akan dihadiri oleh pelaku industri properti dari seluruh Indonesia, serta sejumlah pemangku kepentingan strategis. Selain menjadi ajang silaturahmi dan konsolidasi organisasi, momentum ini juga dimanfaatkan untuk memperkuat kerja sama lintas sektor melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara berbagai pihak.

Ajang Bisnis forum juga akan digelar sebagai sarana menjalin kerjasama bisnis, penyelenggaraan bisnis forum ini diharapkan akan mendorong Kabupaten/Kota di provinsi Lampung untuk memanfaatkan peluang bisnis dengan menjalin kerjasama baik dibidang properti maupun peluang lainnya.

Salah satu fokus utama dalam kegiatan ini adalah pemberdayaan UMKM lokal. Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Lampung menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan HUT REI ke-54, khususnya dalam upaya mengangkat produk-produk unggulan daerah agar lebih dikenal di tingkat nasional.

Tidak hanya itu, kegiatan ini juga akan menjadi sarana promosi potensi pariwisata Lampung. Sejumlah destinasi unggulan akan diperkenalkan kepada para peserta melalui agenda tur wisata, di antaranya Gunung Krakatau, Pulau Pahawang, dan Taman Nasional Way Kambas. Diharapkan, pengalaman langsung para peserta dapat meningkatkan daya tarik wisata Lampung di mata investor dan wisatawan.

Dengan kehadiran ratusan peserta dari berbagai daerah, kegiatan ini diperkirakan akan memberikan multiplier effect bagi perekonomian lokal, mulai dari sektor perhotelan, transportasi, kuliner, hingga industri kreatif.

Pemerintah Provinsi Lampung bersama seluruh pemangku kepentingan terus mematangkan persiapan guna memastikan kelancaran dan kesuksesan pelaksanaan HUT REI ke-54, sekaligus menjadikan momentum ini sebagai ajang strategis dalam memperkenalkan potensi unggulan Lampung ke tingkat nasional, meningkatkan pertumbuhan ekonomi Lampung dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian masyarakat Lampung.

Pemprov Lampung Ajak Mahasiswa Jadi Motor Transformasi Digital dan SDM Unggul

Bandar Lampung — Pemerintah Provinsi Lampung mengajak kalangan mahasiswa untuk mengambil peran strategis dalam menyiapkan masa depan daerah melalui penguatan sumber daya manusia, inovasi, dan pemanfaatan teknologi digital.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, saat menjadi keynote speaker pada kegiatan Lampung Digital Education Transformation Symposium (LEDTS) 2026 bertema Sinergi Lintas Sektor: Mewujudkan Ekosistem Pendidikan Digital yang Inklusif dan Berkelanjutan, yang digelar di Hall Fakultas Hukum Universitas Lampung, Jumat (17/4/2026).

Dalam paparannya, Marindo menyampaikan kebanggaannya dapat kembali hadir di lingkungan Universitas Lampung, kampus yang dinilai telah banyak melahirkan tokoh dan pemimpin berpengaruh di Provinsi Lampung.

“Universitas Lampung telah banyak melahirkan sumber daya manusia unggul yang kini berkiprah di berbagai bidang. Ini menjadi kebanggaan bersama dan bukti bahwa pendidikan tinggi memiliki peran besar dalam pembangunan daerah,” ujarnya.

Menurutnya, masa depan Lampung tidak hanya ditentukan oleh kekayaan sumber daya alam, tetapi juga sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusianya. Dengan jumlah penduduk sekitar 9,5 juta jiwa dan mayoritas berada pada usia produktif, Lampung saat ini berada pada momentum bonus demografi yang sangat berharga.

Berdasarkan data, sebanyak 69,24 persen penduduk Lampung berada pada rentang usia 15 hingga 64 tahun. Kondisi ini menjadi peluang besar untuk mendorong percepatan pembangunan daerah.

“Kesempatan ini tidak datang dua kali. Jika dikelola dengan baik, Lampung dapat melompat jauh ke depan. Namun jika gagal dimanfaatkan, bonus demografi justru bisa menjadi beban pembangunan,” katanya.

Karena itu, mahasiswa diminta mempersiapkan diri dengan keterampilan, kreativitas, dan daya saing tinggi agar mampu menjawab kebutuhan dunia kerja yang semakin kompetitif.

Marindo menegaskan bahwa perkembangan teknologi harus dipandang sebagai peluang, bukan ancaman. Mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan inovasi dan solusi bagi masyarakat.

“Jangan hanya menjadi pengguna teknologi. Jadilah inovator, jadilah pencipta, dan jadilah problem solver yang mampu menghadirkan solusi bagi masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Lampung terus mendorong transformasi digital di berbagai sektor, mulai dari pelayanan publik, informasi lowongan kerja, pembayaran pajak, promosi pariwisata, hingga kanal pengaduan masyarakat yang terintegrasi melalui aplikasi Lampung-inn.

Upaya digitalisasi tersebut diharapkan semakin mempermudah akses layanan masyarakat sekaligus membuka ruang partisipasi publik yang lebih luas.

Selain itu, Pemprov Lampung juga berkomitmen memperluas infrastruktur digital agar manfaat teknologi dapat dirasakan secara merata, tidak hanya di perkotaan, tetapi juga hingga desa, kabupaten, dan wilayah terpencil.

“Kami ingin memastikan digitalisasi hadir secara merata. Mahasiswa di daerah harus memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan mengakses teknologi,” lanjutnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Lampung, Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono, S.Si., M.T., menilai kegiatan simposium tersebut sebagai langkah positif dalam menyiapkan generasi muda menghadapi era digital.

Menurutnya, perkembangan teknologi informasi menuntut mahasiswa untuk terus beradaptasi, meningkatkan kompetensi, serta memanfaatkan ruang digital secara produktif.

“Mahasiswa harus mampu menggunakan teknologi informasi sebagai sarana belajar, berinovasi, dan meraih cita-cita di masa depan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan capaian membanggakan dunia pendidikan di Lampung. Saat ini, sebanyak 86 persen mahasiswa yang diterima melalui jalur prestasi di Universitas Lampung berasal dari SMA di Provinsi Lampung.

Selain itu, pada Program Studi Kedokteran yang menjadi salah satu jurusan favorit, sebanyak 63 persen mahasiswa yang diterima tahun ini juga berasal dari SMA di Provinsi Lampung.

Capaian tersebut dinilai sebagai hasil sinergi antara sekolah, tenaga pendidik, perguruan tinggi, dan Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Pendidikan dalam meningkatkan mutu pendidikan.

“Ini menunjukkan bahwa kita telah bergerak bersama memajukan pendidikan di Provinsi Lampung. Anak-anak daerah mampu bersaing dan menembus program studi unggulan,” katanya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pelajar SMA dan SMK untuk terus berkembang, memanfaatkan teknologi, serta menyiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.

Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, sekolah, dan generasi muda diyakini menjadi kekuatan besar dalam mencetak sumber daya manusia unggul dan membawa Provinsi Lampung semakin maju, modern, dan berdaya saing.

Pemprov Lampung Dorong RSUD BNH Menuju Green and Sport Hospital

Lampung Selatan – Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat aksesibilitas dan mutu pelayanan publik melalui peluncuran berbagai layanan kesehatan unggulan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bandar Negara Husada (BNH).

Langkah strategis ini ditandai dengan penyerahan sertifikat internasional dan peresmian fasilitas medis baru dalam rangkaian peringatan HUT Provinsi Lampung ke-62, Kamis (16/04/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur menerima langsung Sertifikat International Certificate of Vaccination (ICV) dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Penyerahan sertifikat ini menandai resminya RSUD BNH sebagai penyedia layanan vaksinasi internasional yang diakui secara global.

Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menegaskan bahwa pengembangan RSUD BNH merupakan bagian dari komitmen besar pemerintah dalam membangun sistem kesehatan yang inklusif dan berkeadilan.

Menurutnya, fasilitas kesehatan di kawasan Kota Baru ini diproyeksikan menjadi pusat rujukan medis berbasis teknologi dan inovasi.

“Pelayanan kepada masyarakat adalah prioritas utama dan kualitas pelayanan adalah wajah pemerintah. Kita bergerak menuju birokrasi yang melayani, bukan dilayani. Melalui transformasi digital dan peningkatan fasilitas ini, tidak boleh lagi ada masyarakat yang merasa sulit mendapatkan akses kesehatan,” ujar Wagub

Selain itu, Wagub juga meresmikan unit Uronefrologi (Hemodialisa) serta inovasi “SIGAP” (Layanan Jemput Pasien).

Pengembangan ini juga dibarengi dengan visi menjadikan RSUD BNH sebagai Green and Sport Hospital, mendukung konsep Blue Green City yang tengah didorong di kawasan Kota Baru sebagai pusat pemerintahan masa depan yang berwawasan lingkungan.

Sementara itu, Direktur RSUD BNH, Dr. dr. Sri Aryanti, M.M., M.Kes., melaporkan bahwa rangkaian kegiatan kali ini mengedepankan kolaborasi lintas sektor sesuai dengan tema HUT Lampung ke-62, “Membangun Bersama Lampung Maju”.

Selain transformasi layanan, acara ini juga diisi dengan berbagai agenda kemanusiaan dan lingkungan, di antaranya :

  1. Bakti Sosial Terpadu: Operasi bibir sumbing, pemeriksaan kesehatan jiwa, pengobatan gratis, pemeriksaan mata, serta donor darah.
  2. Jejaring Pengaman Sosial: Penyerahan bantuan 2 unit kursi roda dan 75 paket sembako bagi masyarakat kelompok desil 1 dan desil 2 dari Dinas Sosial Provinsi Lampung.
  3. Pelestarian Lingkungan: Penanaman pohon sebagai upaya pencapaian target pembangunan rendah karbon dan peningkatan indeks kualitas lingkungan hidup di Provinsi Lampung.

Wagub juga menyampaikan apresiasi atas sinergi antara OPD, instansi vertikal, dan pihak swasta yang telah berkontribusi dalam upaya membangun Lampung, Wagub berharap semangat kolaborasi ini terus terjaga untuk mewujudkan Lampung Maju menuju Indonesia Emas.

Sinergi Pemprov, Sekolah, dan Orang Tua Kunci Sukses Sekolah Ramah Anak

Bandar Lampung — Pemerintah Provinsi Lampung bersama TP PKK Provinsi Lampung terus memperkuat komitmen dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan ramah bagi anak melalui penguatan program Sekolah Ramah Anak (SRA).

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan perjanjian kerja sama antara SMA Fransiskus Bandar Lampung dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Lampung, yang berlangsung di Auditorium SMA Fransiskus Bandar Lampung, Kamis (16/04/2026).

Kerja sama ini meliputi pemanfaatan layanan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Pinggungan Sebuai Provinsi Lampung serta penyelenggaraan Sekolah Ramah Anak. Dalam kesempatan tersebut, Dinas PPPA Provinsi Lampung juga menyerahkan secara simbolis panduan apel tematik jenjang SMA/SMK sederajat sebagai bentuk dukungan implementasi SRA di satuan pendidikan.

Sebagai bentuk wujud komitmen terhadap SRA, dibacakan deklarasi Sekolah Ramah Anak yang dipimpin oleh Kepala SMA Fransiskus Bandar Lampung, Sr. M. Elfrida, FSGM, M.Pd. diikuti oleh pendidik, tenaga kependidikan dan peserta didik yang hadir dalam kegiatan tersebut dan dilanjutkan dengan penandatanganan papan deklarasi Sekolah Ramah Anak sebagai simbol komitmen bersama seluruh pihak.

Ketua TP PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, menegaskan bahwa deklarasi Sekolah Ramah Anak merupakan langkah strategis dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang menjamin pemenuhan hak dan perlindungan anak.

“Sekolah Ramah Anak bukan sekadar program, tetapi komitmen bersama untuk menghadirkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, serta bebas dari kekerasan dan diskriminasi,” ujar Ketua TP PKK Provinsi Lampung.

Menurutnya, keberhasilan implementasi SRA memerlukan sinergi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, satuan pendidikan, orang tua, hingga masyarakat.

“Peran orang tua sangat penting dalam membentuk karakter anak. Pendidikan tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga di lingkungan keluarga. Kolaborasi ini menjadi kunci utama dalam mewujudkan Sekolah Ramah Anak,” tambahnya.

Lebih lanjut, Batin Wulan, sapaan akrab Ketua TP PKK Provinsi Lampung menekankan pentingnya peran aktif peserta didik sebagai subjek utama dalam implementasi SRA.

“Anak-anak adalah aktor utama. Sekolah dan orang tua memfasilitasi, namun keberhasilan program ini sangat ditentukan oleh bagaimana siswa mampu menerapkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Ia juga mengajak para siswa untuk membangun pergaulan yang sehat, menjunjung tinggi sikap saling menghargai, serta berani menjadi pelopor dan pelapor dalam menciptakan lingkungan sekolah yang positif.

Pemerintah Provinsi Lampung, lanjutnya, terus mendorong percepatan terwujudnya Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA), salah satunya melalui penguatan Sekolah Ramah Anak di seluruh satuan pendidikan.

“Kami berharap SMA Fransiskus Bandar Lampung dapat menjadi role model dan menginspirasi sekolah lain di Provinsi Lampung dalam mengimplementasikan Sekolah Ramah Anak secara berkelanjutan,” harapnya.

Ketua Yayasan Dwi Bakti Bandar Lampung, Sr. M. Editha FSGM, S.Pd, menyampaikan bahwa konsep Sekolah Ramah Anak di lingkungan Fransiskus tidak hanya diwujudkan dalam kebijakan, tetapi juga dalam perilaku, komunikasi, serta pelayanan pendidikan yang berlandaskan nilai kasih dan kerahiman.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal,” ujarnya.

Kegiatan ini juga melibatkan orang tua siswa sebagai bagian dari penguatan komitmen bersama serta dimeriahkan dengan penampilan ekstrakurikuler siswa-siswi SMA Fransiskus Bandar Lampung.

Pemprov Lampung Dorong Transformasi Ekonomi Lewat Hilirisasi dan Penguatan SDM

Bandar Lampung — Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam melakukan transformasi ekonomi melalui penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan hilirisasi komoditas unggulan.

Hal tersebut disampaikannya saat menjadi Keynote Speaker dalam acara Lampung Post Executive Forum 2026 bertajuk “Satu Tahun Membangun: Bersama Lampung Maju Menuju Indonesia Emas 2045” di Hotel Emersia, Selasa (14/04/2026).

Hadir dalam acara tersebut Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) RI, Komjen Pol. (Purn) Akhmad Wiyagus, yang memberikan paparan mengenai sinergi pusat-daerah dalam akselerasi pembangunan dari perspektif Kemendagri.

Dalam arahannya, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menyoroti tantangan struktural ekonomi Lampung. Meskipun Lampung merupakan provinsi terpadat kedua di Sumatera dengan populasi hampir 9 juta jiwa, mayoritas masyarakat masih bergantung pada sektor pertanian dengan pendapatan yang belum memadai.

“Kita adalah penghasil kopi, jagung, dan singkong nomor satu dan dua di Indonesia. Namun selama ini, komoditas kita keluar dalam bentuk mentah. Hilirisasi adalah harga mati agar nilai tambah ekonomi tetap tinggal di Lampung dan dinikmati oleh petani kita,” tegas Gubernur.

Gubernur juga memaparkan program unggulan “Desaku Maju” yang berfokus pada peningkatan produktivitas desa, termasuk penyediaan alat pengering (dryer) untuk komoditas pertanian guna memastikan standar kualitas industri.

Selain itu, dalam hal peningkatan kualitas SDM, Pemprov Lampung mulai mengirimkan tenaga kerja terampil ke Jepang untuk mendapatkan keahlian teknis yang diharapkan dapat diaplikasikan saat kembali ke daerah.

Terkait potensi energi, Gubernur mengungkapkan bahwa Lampung memiliki aset strategis berupa Green Energy di Ulu Belu yang merupakan satu-satunya di dunia. Potensi ini, ditambah dengan rencana pembangunan solar cell di Bendungan Marga Tiga, akan menjadi fondasi bagi pengembangan empat kawasan industri baru di Lampung, termasuk di Way Kanan.

Sementara itu, Wamendagri RI Akhmad Wiyagus dalam keynote speechnya menekankan pentingnya digitalisasi pemerintahan dan efisiensi anggaran, termasuk pengendalian proyek strategis secara real-time dan pengelolaan risiko untuk mencegah kebocoran anggaran di daerah.

Pada kesempatan yang sama, dilaksanakan penyerahan penghargaan Lampung Post Award: Asta Cita Bersama Lampung Maju. Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menerima penghargaan tersebut yang diserahkan langsung oleh Wamendagri Akhmad Wiyagus.

Selain Gubernur, penghargaan sektor Pemerintah Daerah juga diberikan kepada Walikota Bandar Lampung, Bupati Lampung Utara, dan Bupati Lampung Selatan.

Penghargaan juga diberikan kepada instansi di berbagai sektor, mulai dari hukum dan keamanan, ekonomi, infrastruktur, ketahanan pangan, hingga pendidikan dan kesehatan.

Pemimpin Perusahaan Lampung Post, Iskandar Zulkarnain, dalam laporannya menyampaikan bahwa forum ini merupakan bentuk kontribusi media dalam memberikan solusi dan edukasi kepada masyarakat serta apresiasi bagi kepala daerah yang telah bekerja luar biasa untuk kesejahteraan masyarakat Lampung.

Pemprov Lampung Perkuat Strategi Lawan TBC, Didukung Pemerintah Pusat

Bandar Lampung —- Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam mempercepat eliminasi tuberkulosis (TBC) secara berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan saat mendampingi kunjungan kerja Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus dan Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus, di Gedung Semergou Bandar Lampung, Selasa (14/4/2026).

Dalam sambutannya, ​Gubernur menyampaikan bahwa kehadiran dua pimpinan kementerian tersebut menjadi dorongan moril dan penguatan aksi nyata bagi daerah dalam penanganan kasus TBC, khususnya dalam hal penemuan dini dan penatalaksanaan pasien.

​”Kunjungan ini merupakan bentuk perhatian dan dukungan bagi kami di daerah untuk memperkuat komitmen dan aksi nyata sebagai upaya percepatan eliminasi tuberkulosis yang berkelanjutan di Provinsi Lampung,” ujar Gubernur.

​Gubernur kemudian menjelaskan bahwa TBC merupakan tantangan serius yang berdampak langsung pada kesejahteraan sosial dan ekonomi.

“Kami sadar apabila TBC ini sudah terjangkit di tengah masyarakat tentunya akan sangat menular, akan meresahkan masyarakat, menurunkan produktivitas, dan akan menyulitkan dalam mencapai target-target pembangunan kami,” tegasnya.

​Gubernur selanjutnya memaparkan keberhasilan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang merupakan bagian dari implementasi Asta Cita Presiden. Melalui CKG, deteksi dini berbagai penyakit tidak menular dapat dilakukan secara masif di tingkat Puskesmas, yang diharapkan mampu menekan angka rujukan di rumah sakit besar seperti RSUD Abdul Moeloek.

​Terkait kinerja kesehatan, Provinsi Lampung menunjukkan tren positif. Capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) kesehatan pada tahun 2024 mencapai 103% dan meningkat tajam menjadi 131% pada tahun 2025. Adapun untuk tingkat kesembuhan atau enrollment pengobatan TBC sensitif obat, Lampung mencatatkan angka 98% pada tahun 2025 dan telah mencapai 81% pada triwulan pertama tahun 2026.

​Meskipun demikian, Gubernur menginstruksikan seluruh jajaran, khususnya Pemerintah Kota Bandar Lampung dan para kader kesehatan, untuk tidak lengah dan terus meningkatkan penemuan kasus aktif. Ia menekankan bahwa kunci keberhasilan eliminasi TBC terletak pada kekuatan kolaborasi.

​”Kita tidak akan bisa mencapai target-target yang direncanakan oleh pemerintah pusat apabila pemerintah bekerja sendiri. Kita harus berkolaborasi dengan semua sektor. Ajak semua pihak, masyarakat, komunitas, hingga ormas dalam penanggulangan ini. Pemerintah hari ini harus pintar melakukan kolaborasi,” tutup Gubernur.

Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus memaparkan strategi baru yang tidak hanya fokus pada pengobatan pasien sakit, tetapi juga pada pencegahan. Salah satunya adalah melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang terintegrasi dengan penemuan kasus TBC.

Di Kota Bandar Lampung, Kemenkes memproyeksikan pemeriksaan terhadap 20.000 orang yang merupakan kontak erat dari sekitar 4.000 pasien TBC yang ditemukan tahun lalu.

​”Kalau kita mau berantas TBC dari Lampung, maka semua orang yang tidak sakit (kontak erat) harus mendapatkan obat pencegahan (TPT). Kuman itu dimatikan sebelum dia bisa bangun,” tegasnya.

​Untuk mendukung keberhasilan program ini, Wamenkes membawa kabar baik mengenai dukungan anggaran dan kesejahteraan kader. Kemenkes telah mengalokasikan tambahan anggaran ekstra sebesar Rp4,1 triliun khusus untuk pemberantasan TBC, termasuk pengadaan alat rontgen dan pemberian insentif bagi kader TB di tingkat desa/kelurahan.

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus menegaskan bahwa penanggulangan TB merupakan atensi khusus Presiden RI dengan target penyelesaian dalam kurun waktu tiga tahun. Ia menekankan bahwa kehadiran pemerintah pusat di daerah adalah untuk memastikan komitmen tersebut berjalan secara operasional hingga ke tingkat akar rumput.

​”Bapak Presiden memberikan atensi khusus, kasih target kepada kita tiga tahun ini harus sudah tuntas,” ujar Wamendagri.

Wamendagri mengingatkan bahwa TB bukanlah sebuah aib dan masyarakat harus diberikan edukasi bahwa penyakit ini dapat disembuhkan secara total. Ia mendorong kolaborasi aktif dengan TNI, Polri, dan kader kelurahan sebagai ujung tombak deteksi dini demi mewujudkan kualitas SDM yang unggul menyongsong Indonesia Emas 2045.

Korve PKOR Way Halim Jadi Momentum Pembenahan Kawasan dan Ruang Publik

Bandar Lampung —- Pemerintah Provinsi Lampung menggelar Gerakan Bersih-Bersih (Korve) yang dipusatkan di Komplek PKOR Way Halim, Senin (13/4/2026). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Asisten Administrasi Umum, Sulpakar, mewakili Gubernur Lampung, serta dihadiri oleh jajaran perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung.

​Kegiatan ini merupakan langkah konkret pemerintah dalam menindaklanjuti Instruksi Gubernur Nomor 8 Tahun 2026 tentang Korve/Gerakan Bersih-Bersih Kantor dan Lingkungan Kerja. Dalam pelaksanaannya, setiap Perangkat Daerah diinstruksikan menugaskan sedikitnya 30 personel lengkap dengan peralatan kebersihan guna menyisir zona-zona yang telah ditetapkan.

​Dalam sambutannya, Asisten Administrasi Umum menekankan pentingnya totalitas dalam bekerja. Ia meminta seluruh aparatur tidak sekadar hadir secara seremonial.

​”Saya berharap zona ini untuk kita patuhi. Saya mengajak teman-teman dari semua OPD yang hadir agar kita ikhlas, kerja keras, dan selesai kita melaksanakan Korve ada hasil. Jadi bukan kita hanya sekadar memenuhi menggugurkan kewajiban kita untuk hadir, tapi kita benar-benar kerja untuk menciptakan lingkungan yang bersih,” tegasnya.

​Senada dengan hal tersebut, mantan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung tahun 2006, Rachmat Abdullah, yang turut hadir memberikan apresiasi sekaligus catatan penting bagi pengembangan PKOR. Menurutnya, PKOR Way Halim dengan luas mencapai 20 hektar adalah aset yang harus dijaga estetikanya.

​”PKOR ini adalah aset yang paling bagus, ini wajah Lampung. Kalau ini berantakan, dimana wajah kita yang kita banggakan Lampung paling hebat,” ujar Rachmat Abdullah.

​Ia juga menambahkan bahwa kebersihan ini menjadi krusial mengingat PKOR akan menjadi titik sentral dalam menyambut agenda nasional.

“Apalagi dalam rangka menghadapi Korwil nanti, Pornas, kita menghadapi PON, ini wajah Lampung,” imbuhnya.

​Kegiatan Korve ini diharapkan menjadi pemicu bagi pengelola dan masyarakat untuk terus menjaga keasrian PKOR Way Halim, sehingga ke depan kawasan ini dapat tertata lebih rapi, mulai dari zonasi bangunan, area parkir, hingga ketersediaan ruang publik yang representatif bagi masyarakat Lampung.

Pengukuhan Dewan Pendidikan Lampung 2025–2030, Reformasi Sistem Kualitas Pengajaran

Bandar Lampung — Pemerintah Provinsi Lampung terus menunjukkan komitmennya dalam memperluas akses dan meningkatkan kualitas pendidikan. Hal ini ditegaskan dalam pengukuhan Dewan Pendidikan Provinsi Lampung masa bakti 2025–2030 yang digelar di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Senin (13/4/2026).

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menyampaikan apresiasi kepada jajaran Dewan Pendidikan yang baru dikukuhkan. Ia berharap keberadaan dewan ini dapat menjadi motor penggerak sekaligus pengawas dalam pembangunan sektor pendidikan di daerah.

“Selamat kepada 13 profesional yang hari ini dilantik. Saya yakin saudara-saudara dapat menyumbangkan pemikiran terbaik untuk memajukan pendidikan di Provinsi Lampung,” ujar Gubernur.

Menurut Gubernur, pendidikan merupakan amanat konstitusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus kunci utama kemajuan daerah. Ia menekankan bahwa sejarah bangsa menunjukkan peran penting kaum terdidik dalam memperjuangkan kemerdekaan dan membangun Indonesia.

“Pendidikan adalah representasi harapan orang tua agar anak-anaknya memiliki kehidupan yang lebih baik,” katanya.

Sebagai bentuk komitmen nyata, Pemerintah Provinsi Lampung telah menghapus uang komite sekolah untuk SMA negeri serta menghadirkan program pendidikan gratis. Kebijakan ini diikuti dengan langkah progresif membebaskan sekitar 24 ribu ijazah yang sebelumnya tertahan akibat tunggakan biaya pendidikan.

Untuk itu, Pemprov Lampung mengalokasikan anggaran sebesar Rp80 miliar guna memastikan para siswa dapat memperoleh hak administratif mereka secara penuh.

“Kami ingin tidak ada lagi hambatan ekonomi yang menghalangi anak-anak Lampung mendapatkan pendidikan,” tegas Gubernur.

Gubernur juga menargetkan pada tahun 2026 tidak ada lagi anak putus sekolah di Lampung, seiring dengan upaya peningkatan kualitas tenaga pengajar dan sistem pendidikan secara menyeluruh.

Kabar menggembirakan lainnya, lanjut Gubernur, jumlah siswa Lampung yang diterima melalui jalur prestasi ke perguruan tinggi mengalami peningkatan signifikan, hampir tiga kali lipat dibandingkan sebelumnya. Hal ini dinilai sebagai indikator membaiknya kualitas pendidikan di daerah.

“Ini semua kita lakukan karena kita peduli terhadap masa depan Lampung. Daerah ini kaya, namun tanpa sumber daya manusia yang unggul, potensi tersebut tidak akan optimal,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Provinsi Lampung terpilih, Prof. Syafrimen, M.Ed., Ph.D., menyoroti sejumlah tantangan pendidikan yang masih dihadapi, seperti kesenjangan akses dan mutu antarwilayah, serta belum optimalnya keterkaitan antara dunia pendidikan dan dunia kerja.

Ia menyebut, dari sekitar 110 ribu lulusan SMA/SMK setiap tahun, baru sekitar 22 persen yang melanjutkan ke perguruan tinggi. Selain itu, capaian literasi, numerasi, dan penguatan karakter juga masih perlu ditingkatkan.

“Kami berkomitmen mendorong kebijakan berbasis data, memperkuat kolaborasi lintas sektor, meningkatkan kualitas guru, serta memastikan pendidikan di Lampung semakin relevan dengan kebutuhan dunia kerja,” ujar Syafrimen.

Pengukuhan Dewan Pendidikan Provinsi Lampung ini ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Nomor G/36/V.01/HK/2026. Susunan kepengurusan dipimpin oleh Prof. Syafrimen sebagai Ketua, Dr. Asad S.A.G., S.Hum., M.H., M.E.C. sebagai Wakil Ketua, dan Gino, S.Pd., M.H. sebagai Sekretaris, bersama sepuluh anggota lainnya dari berbagai latar belakang profesional.

Dengan berbagai langkah strategis tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung optimistis sektor pendidikan akan semakin inklusif, berkualitas, dan mampu mencetak sumber daya manusia unggul yang siap bersaing di tingkat nasional maupun global.