Halal Bihalal Perantauan Sumatera Bagian Selatan

Palembang — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menghadiri langsung acara Halal Bihalal masyarakat perantauan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) yang diselenggarakan di Griya Agung, Sabtu (25/4/2026).

Kehadiran Gubernur Rahmat Mirzani Djausal ini menjadi simbol komitmen Pemerintah Provinsi Lampung untuk mempererat sinergi dan kolaborasi antardaerah di wilayah Sumatera Bagian Selatan.

Kegiatan yang dihadiri oleh perwakilan masyarakat dari lima provinsi : Sumatera Selatan, Lampung, Jambi, Bengkulu, dan Bangka Belitung ini menjadi momentum bersejarah dalam mempererat ikatan kekerabatan antarwilayah.

Dalam sambutannya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyoroti pentingnya fokus pada target pembangunan yang dapat dicapai dalam masa jabatan yang tersisa hingga tahun 2029.

Ia mengimbau agar para gubernur di wilayah Sumbagsel menyusun program yang realistis dan berdampak langsung bagi masyarakat.

“Jangan meminta yang muluk-muluk, apalagi yang nanti berlaku lintas lima tahun. Di posisi saat ini 2027–2029, tiga tahun, mungkin ada program yang tertunda dan bisa dikebut,” ujar Mendagri.

Ia mencontohkan urgensi percepatan proyek infrastruktur seperti pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera beserta jalur pendukungnya. Menurutnya, pembukaan kembali akses seperti jalur Palembang–Bengkulu akan memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, pariwisata, dan konektivitas antarwilayah.

Selain itu, Mendagri juga menyoroti proyek strategis daerah yang sempat tertunda, seperti Tanjung Carat, yang dinilai perlu segera dihidupkan kembali. Ia berkomitmen memfasilitasi koordinasi lanjutan bersama kementerian/lembaga terkait di tingkat pusat.

“Kita akan kumpul bersama di Jakarta, lalu mengundang para gubernur. Paling tidak sampai 2029 ada sesuatu yang bisa kita tinggalkan sebagai legacy bagi masyarakat Sumbagsel,” pungkasnya.

Di kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan pentingnya penguatan sinergi dan kolaborasi antarprovinsi di wilayah Sumbagsel untuk mengejar ketertinggalan pembangunan nasional.

Menurutnya, Sumbagsel memiliki modal besar dari sisi sejarah, budaya, dan sumber daya alam. Namun, dibutuhkan komitmen bersama agar potensi tersebut dapat dioptimalkan secara maksimal.

“Kebersamaan dan ikatan batin ini menjadi kebutuhan untuk mengoptimalkan sekaligus mensinergikan potensi yang ada di Sumbagsel, tentu untuk kemajuan Indonesia dan masyarakat Sumbagsel,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menyampaikan apresiasi atas antusiasme para perantau yang hadir. Ia menegaskan bahwa pertemuan ini menjadi bukti kuatnya ikatan kekerabatan masyarakat Sumbagsel.

“Pertemuan ini bukan untuk unjuk kekuatan, tetapi menunjukkan bahwa kita adalah satu rumpun yang istimewa. Banyak penentu kebijakan di negara ini berasal dari wilayah kita,” ungkapnya.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat Sumbagsel untuk terus memperkuat sinergi dalam membangun daerah masing-masing, sejalan dengan semangat kebangsaan.

“Mudah-mudahan keakraban ini semakin nyata dalam langkah kita membangun daerah, tanpa mengesampingkan wilayah lain di Nusantara,” tutup Herman Deru.

Dalam pernyataan persnya, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas terselenggaranya silaturahmi tersebut. Ia menilai, halal bihalal perantau Sumbagsel menjadi ruang strategis untuk memperkuat jejaring dan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

“Alhamdulillah, hari ini kita bisa bersilaturahmi dalam suasana halal bihalal bersama perantau Sumbagsel yang berasal dari lima provinsi. Kita sangat bangga karena banyak kader-kader dari Sumbagsel yang kini telah mengisi posisi penting di republik ini,” ujarnya.

Ia berharap, ke depan para tokoh dan putra-putri terbaik asal Sumbagsel tersebut dapat berperan lebih besar dalam mendorong percepatan pembangunan di wilayahnya.

“Insya Allah, ke depan kita ingin tokoh-tokoh tersebut bisa berkontribusi lebih besar untuk mengejar ketertinggalan Sumbagsel, sehingga kawasan ini semakin maju dan memiliki daya saing yang kuat,” tambahnya.

Secara khusus, Gubernur juga menyoroti posisi strategis Lampung sebagai gerbang Pulau Sumatera yang memiliki potensi besar dalam mendukung pengembangan kawasan Sumbagsel.

“Lampung yang berada di ujung Pulau Sumatera memiliki posisi yang sangat strategis dalam pengembangan Sumbagsel. Insya Allah, ke depan kita akan merasakan manfaatnya bersama,” tutupnya.

Pelantikan Pengurus PDBI Lampung Jadi Momentum Cetak Atlet Berprestasi dan Generasi Disiplin

Bandar Lampung — Gubernur Lampung diwakili Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Lampung, Meiry Harika Sari, menghadiri Pelantikan Pengurus Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Provinsi Lampung masa bakti 2025–2029 serta Pengurus PDBI Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung periode 2026–2030, di Balai Keratun Lantai 3, Kamis (23/4/2026).

Pelantikan ini berdasarkan Surat Keputusan Pengurus PDBI Pusat Nomor : 17 Tahun 2025
Tentang Pengukuhan Personalia Kepengurusan
Pengurus Provinsi Persatuan Drum Band Indonesia Lampung (PENGPROV PDBI Lampung) Masa Bakti 2025 – 2029.

Pelantikan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat sinergi seluruh insan drum band di Lampung untuk mendorong lahirnya atlet-atlet berprestasi sekaligus membangun karakter generasi muda yang disiplin, kreatif, dan berdaya saing.

Ketua PDBI Provinsi Lampung, Thomas Amirico, menyampaikan harapannya agar kepengurusan baru mampu menghidupkan kembali eksistensi drum band di seluruh kabupaten/kota di Lampung.

Ia menegaskan, diperlukan komitmen bersama dan kolaborasi semua pihak agar pembinaan dapat berjalan berkelanjutan, mulai dari jenjang PAUD, TK, SD, SMP, SMA hingga SMK.

“Melalui kebersamaan dan dukungan semua pihak, kita ingin drum band di Lampung kembali hidup, berkembang, dan mampu mengharumkan nama daerah pada event lokal maupun nasional,” ujarnya.

Thomas juga mengungkapkan antusiasme masyarakat terhadap cabang olahraga ini terus meningkat. Hal tersebut terlihat dari jumlah peserta pada agenda lomba perdana yang melampaui target pendaftaran.

Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan, Intan Nyimas Gandasari, menjelaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremoni pergantian kepengurusan, tetapi menjadi simbol lahirnya semangat baru, dedikasi baru, dan komitmen bersama untuk memajukan olahraga drum band dan marching band di Lampung.

Mengusung tema “Berkolaborasi dan Bersinergi Menuju Prestasi Tertinggi PDBI”, kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal terciptanya organisasi yang semakin profesional, solid, dan bermartabat.

“PDBI Lampung ke depan diharapkan menjadi rumah besar bagi para atlet dan insan drum band untuk terus berkarya, berprestasi, serta membawa nama Lampung ke tingkat nasional bahkan internasional,” katanya.

Dukungan juga datang dari Ketua KONI Provinsi Lampung, Taufik Hidayat, yang menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik.

Menurutnya, PDBI merupakan cabang olahraga yang memiliki potensi besar, tidak hanya dalam pembinaan atlet usia dini, tetapi juga dalam membentuk karakter generasi muda.

Ia menambahkan, momentum pelantikan ini harus menjadi awal dari tanggung jawab besar untuk membawa Lampung sejajar dengan provinsi-provinsi terbaik di Indonesia dalam cabang olahraga drum band.

Taufik juga menyampaikan bahwa Provinsi Lampung bersama Provinsi Banten tengah berproses menuju pencalonan tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXIII Tahun 2032. Karena itu, seluruh cabang olahraga, termasuk PDBI, diharapkan mulai mempersiapkan diri secara maksimal.

“Lampung bukan hanya harus siap menjadi tuan rumah, tetapi juga harus siap berprestasi,” tegasnya.

Melalui pelantikan ini, Pemerintah Provinsi Lampung optimistis pembinaan olahraga drum band akan semakin berkembang, sekaligus membuka ruang lebih luas bagi generasi muda untuk berprestasi dan membawa harum nama daerah di kancah nasional.

Pemprov Lampung Buka Peluang Kerja Internasional, Gubernur Tegaskan Dukungan Akses Global bagi Generasi Muda

Bandar Lampung — Gubernur Lampung tegaskan dukungan pemerintah provinsi Lampung dalam membuka akses bagi generasi muda untuk meraih peluang di tingkat global.

Dukungan tersebut disampaikan oleh Gubernur Lampung dalam kegiatan Halal Bihalal sekaligus pelepasan Mahasiswa Nusadaya Academy dalam program magang di Taiwan bertempat di Nusadaya Academy, Selasa (21/04/2026).

Dukungan Pemerintah Provinsi Lampung diwujudkan melalui penguatan pendidikan vokasi, penyediaan pelatihan bahasa yang terjangkau, hingga fasilitasi pembiayaan keberangkatan, sehingga generasi muda Lampung memiliki kesiapan dan daya saing untuk menembus dunia kerja internasional.

“Kami juga dari pemerintah Provinsi Lampung mendorong pendidikan vokasi supaya apa yang dipelajari di sekolah benar-benar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Hari ini ada program namanya Vokasi Migran di sekolah ada program vokasi. Saya juga terus mendorong lembaga-lembaga pendidikan, semua tempat-tempat bahasa Itu saya dorong untuk buat les-lesnya dan yang paling penting harus murah,” tegasnya.

Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan sekitar 1.000 lulusan SMA dapat diberangkatkan ke luar negeri setelah melalui pelatihan bahasa. Jumlah tersebut akan terus ditingkatkan secara bertahap.

“Di perbankan juga saya dorong bagaimana memberikan dana talangan untuk tenaga kerja migran kita dan insya Allah Kami targetkan Tahun ini Ada hampir mungkin ada 1000 orang Yang akan kita berangkatkan dari jenjang SMA dari 7.500 yang kita latih bahasa selama setahun. Target kami untuk ke Jepang aja dalam 2-3 tahun ke depan mngkin setiap tahun 10 sampai dengan 15 ribu orang diberangkatkan untuk ke Jepang,” tambahnya.

Gubernur menilai pelepasan ini merupakan momen yang dapat menjadi kebanggaan bagi masyarakat Lampung karena kembali mengirim generasi muda untuk menimba pengalaman di tingkat internasional sekaligus membawa nama baik daerah.

Lampung memiliki potensi besar dari sisi sumber daya manusia (SDM). Dengan sekitar 71 persen populasi berada pada usia produktif, provinsi ini memiliki kekuatan demografi yang signifikan untuk mendorong pembangunan. Namun demikian, ia menyoroti masih terbatasnya daya tampung pendidikan tinggi yang hanya mampu menampung sekitar 10 persen lulusan SMA/SMK setiap tahun.

Gubernur menekankan pentingnya peningkatan kualitas SDM sebagai kunci kemajuan daerah dan negara. Ia mengingatkan bahwa kekayaan sumber daya alam tidak akan berarti tanpa didukung oleh SDM yang unggul dan berkarakter.

Dalam konteks global, Gubernur menjelaskan bahwa banyak negara maju seperti Jepang dan Taiwan saat ini mengalami kekurangan tenaga kerja akibat berakhirnya bonus demografi. Kondisi ini membuka peluang besar bagi tenaga kerja Indonesia, termasuk dari Lampung, untuk mengisi kebutuhan tersebut.

“Yang dibutuhkan bukan hanya kemampuan teknis, tetapi juga karakter. SDM Indonesia dikenal ramah, adaptif, dan memiliki etos kerja yang baik. Ini menjadi keunggulan yang harus dijaga,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa masyarakat Lampung memiliki karakter kuat hasil perpaduan budaya yang telah terbangun sejak lama, seperti semangat gotong royong dan nilai ‘Piil Pesenggiri’. Karakter tersebut dinilai menjadi modal penting dalam bersaing di kancah global.

Gubernur berharap para mahasiswa yang berangkat tidak hanya berperan sebagai peserta magang, tetapi juga sebagai duta daerah dan bangsa. Ia menekankan pentingnya menjaga sikap dan perilaku selama berada di luar negeri karena akan mencerminkan citra Indonesia di mata dunia.

“Jadilah representasi terbaik Indonesia. Jika kalian menunjukkan kualitas dan sikap yang baik, maka peluang bagi generasi berikutnya akan semakin terbuka,” pesannya.

Gubernur berharap setelah menyelesaikan progam ini, mahasiswa dapat berkontribusi dalam pembangunan daerah, khususnya di sektor-sektor strategis seperti pariwisata dan hospitality yang tengah berkembang di Lampung.

Sementara itu, Direktur Nusadaya Academy, Radep Riyantoro, menjelaskan bahwa mahasiswa dari program magang ini akan menjalani program magang sekaligus studi selama kurang lebih 18 bulan di Taiwan. Selama di sana, mereka tetap berstatus sebagai mahasiswa aktif, mendapatkan pengalaman kerja internasional.

“Mahasiswa tidak hanya belajar, tetapi juga mendapatkan pengalaman global, penguatan bahasa asing seperti Inggris dan Mandarin, serta kesiapan menjadi SDM berkelas dunia,” jelasnya.

Radep menambahkan, setelah menyelesaikan program, mahasiswa akan kembali ke Indonesia untuk menyelesaikan studi dan diharapkan dapat berkontribusi dalam pembangunan daerah, khususnya di sektor-sektor strategis seperti pariwisata dan hospitality yang tengah berkembang di Lampung.

Ia juga berpesan kepada para peserta agar menjaga nama baik daerah, bangsa, dan almamater selama menjalani program di luar negeri.

“Kalian disana berangkat untuk studi, pertukaran budaya, belajar dan mengambil manfaat-manfaat yang baik yang bisa diterapkan di Indonesia nanti,” pesannya.

Terima Dubes Palestina, Gubernur Mirza: Solidaritas Lampung Lahir dari Ketulusan

Bandar Lampung — Suasana hangat dan penuh keakraban terasa saat Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal menyambut kedatangan Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdalfatah A.K. Alsattari, di ruang kerjanya, Senin (20/4/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Mirza menegaskan bahwa dukungan Lampung untuk Palestina lahir dari ketulusan hati. Baginya, solidaritas itu bukan sekadar sikap politik, melainkan panggilan kemanusiaan.

“Masyarakat Lampung sangat mencintai Palestina. Dukungan kami akan terus mengalir tanpa perlu diminta. Kami merasa bangga dan terhormat bisa menyambut saudara kami dari Palestina di sini,” ujar Gubernur.

Sebagai bentuk kepedulian nyata, Pemerintah Provinsi Lampung membuka ruang kolaborasi yang luas, mulai dari sektor pendidikan, ekonomi, hingga kemanusiaan. Gubernur Mirza menyampaikan bahwa Lampung siap menjadi tempat yang ramah bagi warga Palestina untuk belajar, berkarya, dan membangun harapan baru.

Ia mengungkapkan, sejumlah perguruan tinggi di Lampung telah menyatakan kesiapan menerima mahasiswa Palestina, termasuk dari Gaza. Bahkan, Pemprov Lampung saat ini tengah membantu pengurusan dokumen seorang mahasiswa asal Gaza yang menempuh pendidikan di Universitas Lampung.

“Kampus-kampus kami terbuka. Kami ingin mereka merasa aman dan diterima, seperti di rumah sendiri,” ungkapnya.

Tak hanya di bidang pendidikan, peluang kerja sama ekonomi juga menjadi perhatian. Gubernur Mirza mengajak pelaku usaha Palestina untuk menjajaki potensi investasi di Lampung, sekaligus mendorong kolaborasi langsung dengan pengusaha lokal.

“Kami ingin membangun hubungan yang saling menguatkan. Ketika mereka berkembang di sini, manfaatnya juga akan kembali kepada keluarga dan masyarakat mereka di Palestina,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dubes Palestina Abdalfatah A.K. Alsattari turut berbagi kisah yang menyentuh tentang kondisi kemanusiaan di Gaza. Dirinya menceritakan bagaimana keluarganya dan masyarakat Gaza bertahan di tengah keterbatasan.

Ia mengungkapkan, bantuan dari Indonesia memiliki arti yang sangat besar. Bahkan, keluarganya kerap menyimpan bantuan makanan sambil menandainya sebagai pemberian dari rakyat Indonesia, sebuah simbol harapan di tengah situasi sulit.

“Kami mungkin kehilangan banyak hal, bahkan rumah kami dihancurkan, tetapi kami tidak kehilangan harapan untuk merdeka,” ujarnya.

Abdalfatah juga mengapresiasi konsistensi Indonesia dalam mendukung Palestina, baik melalui forum internasional maupun bantuan nyata di bidang pendidikan dan kemanusiaan. Ia menilai, langkah yang ditunjukkan Pemerintah Provinsi Lampung menjadi contoh nyata solidaritas yang tidak berhenti pada simbol, tetapi diwujudkan dalam aksi.

Menanggapi tawaran kerja sama, Abdalfatah menyatakan kesiapan penuh untuk menjembatani hubungan antara pengusaha Palestina dan Lampung.

“Jika ada peluang, kami siap memfasilitasi kolaborasi ini,” katanya.

Pertemuan tersebut menjadi lebih dari sekadar kunjungan diplomatik. Di balik percakapan yang hangat, tersirat harapan besar tentang persahabatan lintas bangsa yang dibangun atas dasar kemanusiaan.

Melalui sikap terbuka dan keramahan yang ditunjukkan Gubernur Mirza, Lampung kembali menegaskan diri sebagai daerah yang tidak hanya berfokus pada pembangunan, tetapi juga aktif mengambil peran dalam diplomasi kemanusiaan global.

PKU Akbar Jadi Momentum Penguatan Daya Saing UMKM Lampung

Bandar Lampung — Sekitar 220 pelaku UMKM menyambut antusias kehadiran Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal dalam kegiatan Pelatihan Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar yang digelar PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Lampung di Gedung Pusiban, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Senin (20/4/2026).

Kehadiran gubernur langsung disambut hangat para peserta yang memadati lokasi acara. Sejak tiba, Gubernur Mirza tampak bersemangat menyapa para pelaku usaha sekaligus meninjau stan pameran produk UMKM binaan PNM.

Ia berkeliling mengunjungi sekitar 18 stan pameran yang didominasi produk olahan makanan dan kerajinan khas Lampung. Mulai dari stik ikan Simuley, Banana Chips Melted Nthree, keripik pisang Asya, basreng Bunda Nisa, hingga brownies buatan Ibu Rohma, tak luput dari perhatian gubernur.

Tak sekadar melihat, Gubernur juga mencicipi berbagai produk yang disajikan. Ia beberapa kali terlihat berbincang langsung dengan pelaku UMKM, menanyakan proses produksi hingga pemasaran produk mereka.

Salah satu momen menarik terjadi saat gubernur mengunjungi stan House Tapis Citra. Di stan tersebut, pelaku UMKM tengah melakukan penjualan secara daring melalui siaran langsung. Gubernur pun ikut bergabung dalam sesi live streaming dan membantu mempromosikan produk yang dijual.

Suasana semakin meriah ketika gubernur memberikan sambutan pada kegiatan PKU Akbar yang mengusung tema “AI untuk UMKM: Lebih Efisien dan Lebih Untung”. Para peserta tampak antusias mengikuti jalannya acara.

Sejumlah peserta bahkan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berinteraksi langsung. Ada yang mengajak berjabat tangan, berfoto bersama, hingga berswafoto dengan gubernur.

Gubernur melayani permintaan tersebut dengan sabar dan penuh senyum. Interaksi hangat itu menciptakan suasana akrab antara pemerintah daerah dan pelaku UMKM.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong peningkatan kapasitas dan daya saing UMKM di Lampung, terutama dalam memanfaatkan teknologi digital untuk pengembangan usaha.

Melalui pelatihan dan pendampingan seperti ini, diharapkan pelaku UMKM tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang dan berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah.

Gubernur Mirza Tekankan Peran UMKM dalam Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Bandar Lampung — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal membuka kegiatan Pelatihan Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar yang digelar PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Lampung di Gedung Pusiban, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Senin (20/4/2026).

Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong oleh gubernur di hadapan 220 peserta pelaku UMKM serta sejumlah pejabat, di antaranya Direktur Bisnis PNM Kindaris, Kepala Otoritas Jasa Keuangan Lampung yang diwakili oleh Deputi Direktur Pengawasan PEPK, LMS, Ibu Eti Eliyati, Kepala Dinas Komunikasi, Informasi, dan Statistik Provinsi Lampung Ganjar Jationo, EVP Pengembangan Bisnis dan Jasa Manajemen PT PNM, Razak Manan Ahmad dan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Lampung, Evie Fatmawati.

Dalam sambutannya, Gubernur Mirza menegaskan bahwa pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) merupakan tulang punggung perekonomian daerah. Ia menyebut kontribusi UMKM sangat besar terhadap perputaran ekonomi di Lampung.

“Sebanyak 51 persen uang yang beredar di Provinsi Lampung ini didukung oleh pergerakan ekonomi UMKM. Ada sekitar 498.000 pelaku UMKM yang selama ini menggerakkan ekonomi daerah,” ujar Gubernur.

Gubernur juga menjelaskan, struktur ekonomi Lampung saat ini ditopang oleh sektor pertanian dengan kontribusi sekitar 28 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang mencapai Rp520 triliun. Komoditas utama seperti padi, jagung, dan singkong menjadi penopang utama.

Menurut Gubernur, stabilitas harga komoditas sepanjang 2025 turut mendorong pertumbuhan ekonomi Lampung hingga berada di atas rata-rata nasional. Kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya daya beli masyarakat, terutama di wilayah pedesaan.

“Ketika harga komoditas terjaga, pendapatan masyarakat meningkat dan konsumsi ikut naik. Ini menjadi peluang besar bagi UMKM untuk berkembang lebih cepat,” katanya.

Meski demikian, Gubernur mengakui masih banyak tantangan yang dihadapi pelaku UMKM, mulai dari keterbatasan manajerial, akses pemasaran, hingga daya saing produk. Ia menilai sebagian besar UMKM masih bergerak secara mandiri tanpa dukungan ekosistem yang memadai.

Karena itu, Pemerintah Provinsi Lampung mendorong penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) UMKM melalui pelatihan, termasuk pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI).

“Teknologi harus kita gunakan untuk menutup kekurangan, mulai dari manajemen keuangan, pemasaran, hingga peningkatan kualitas produk agar mampu bersaing,” ujar Gubernur.

Ia juga menyoroti potensi besar sektor pariwisata yang dapat menjadi pasar bagi produk UMKM. Pada 2025, jumlah wisatawan ke Lampung mencapai sekitar 25 juta orang dengan total perputaran uang diperkirakan mencapai Rp50 triliun.

“Jangan sampai belanja wisatawan justru didominasi produk luar. Kita ingin produk UMKM lokal menjadi pilihan utama,” katanya.

Sementara itu, Direktur Bisnis PNM Kindaris mengatakan kegiatan PKU Akbar mengusung tema “AI untuk UMKM, Lebih Efisien dan Lebih Untung” sebagai upaya mendorong pelaku usaha beradaptasi dengan era digital.

Menurut Kindaris, PNM tidak hanya menyediakan pembiayaan, tetapi juga pelatihan dan pendampingan melalui tiga pilar utama, yakni modal finansial, intelektual, dan sosial.

“Selama lima tahun terakhir, PNM telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp346 triliun kepada lebih dari 22 juta nasabah di seluruh Indonesia,” ucap Kindaris.

Khusus di Lampung, PNM mencatat memiliki 466.000 nasabah aktif dengan total penyaluran pembiayaan mencapai Rp17,8 triliun dalam lima tahun terakhir. Pada 2026, PNM menargetkan penyaluran pembiayaan sebesar Rp3 triliun serta pelaksanaan 1.796 kegiatan pelatihan untuk 71.000 nasabah.

Kindaris menilai pemanfaatan AI dapat membantu pelaku UMKM dalam mengelola usaha secara lebih efisien, mulai dari pencatatan keuangan hingga strategi pemasaran.

“Dengan teknologi, UMKM bisa meningkatkan produktivitas, memahami pasar, dan pada akhirnya meningkatkan keuntungan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui pelatihan ini, Pemerintah Provinsi Lampung bersama PNM berharap tercipta UMKM yang lebih adaptif, inovatif, dan berdaya saing tinggi. Penguatan kapasitas tersebut diyakini mampu meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, memperluas lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Korve PKOR Way Halim Jadi Momentum Pembenahan Kawasan dan Ruang Publik

Bandar Lampung —- Pemerintah Provinsi Lampung menggelar Gerakan Bersih-Bersih (Korve) yang dipusatkan di Komplek PKOR Way Halim, Senin (13/4/2026). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Asisten Administrasi Umum, Sulpakar, mewakili Gubernur Lampung, serta dihadiri oleh jajaran perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung.

​Kegiatan ini merupakan langkah konkret pemerintah dalam menindaklanjuti Instruksi Gubernur Nomor 8 Tahun 2026 tentang Korve/Gerakan Bersih-Bersih Kantor dan Lingkungan Kerja. Dalam pelaksanaannya, setiap Perangkat Daerah diinstruksikan menugaskan sedikitnya 30 personel lengkap dengan peralatan kebersihan guna menyisir zona-zona yang telah ditetapkan.

​Dalam sambutannya, Asisten Administrasi Umum menekankan pentingnya totalitas dalam bekerja. Ia meminta seluruh aparatur tidak sekadar hadir secara seremonial.

​”Saya berharap zona ini untuk kita patuhi. Saya mengajak teman-teman dari semua OPD yang hadir agar kita ikhlas, kerja keras, dan selesai kita melaksanakan Korve ada hasil. Jadi bukan kita hanya sekadar memenuhi menggugurkan kewajiban kita untuk hadir, tapi kita benar-benar kerja untuk menciptakan lingkungan yang bersih,” tegasnya.

​Senada dengan hal tersebut, mantan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung tahun 2006, Rachmat Abdullah, yang turut hadir memberikan apresiasi sekaligus catatan penting bagi pengembangan PKOR. Menurutnya, PKOR Way Halim dengan luas mencapai 20 hektar adalah aset yang harus dijaga estetikanya.

​”PKOR ini adalah aset yang paling bagus, ini wajah Lampung. Kalau ini berantakan, dimana wajah kita yang kita banggakan Lampung paling hebat,” ujar Rachmat Abdullah.

​Ia juga menambahkan bahwa kebersihan ini menjadi krusial mengingat PKOR akan menjadi titik sentral dalam menyambut agenda nasional.

“Apalagi dalam rangka menghadapi Korwil nanti, Pornas, kita menghadapi PON, ini wajah Lampung,” imbuhnya.

​Kegiatan Korve ini diharapkan menjadi pemicu bagi pengelola dan masyarakat untuk terus menjaga keasrian PKOR Way Halim, sehingga ke depan kawasan ini dapat tertata lebih rapi, mulai dari zonasi bangunan, area parkir, hingga ketersediaan ruang publik yang representatif bagi masyarakat Lampung.

Komunitas Biker dan Pemerintah Bersinergi, Gubernur Ungkap Penguatan Ekonomi Lampung

Bandar Lampung — Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menghadiri kegiatan Jabat Tangan Ride bertema GASPOOL (Gerak Anak Muda dan Sinergi Pembangunan Lampung) yang diselenggarakan oleh komunitas biker di Cafe Bun Kopi PKOR Way Halim, Bandar Lampung, Minggu (12/04/2026).

Pemerintah Provinsi Lampung mengapresiasi kegiatan yang digelar sebagai ajang silaturahmi sekaligus mempererat kebersamaan antarpecinta otomotif tersebut.

Dalam kesempatan itu, Gubernur memaparkan berbagai dinamika pembangunan di Provinsi Lampung, Ia menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung pada tahun 2025 ditopang oleh sektor pertanian, khususnya komoditas padi, pjagung, dan singkong. Kenaikan harga komoditas tersebut berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan masyarakat, terutama di wilayah pedesaan.

“Ketika harga komoditas seperti padi, jagung, dan singkong meningkat, maka pendapatan masyarakat ikut meningkat. Hal ini yang terjadi pada tahun 2025,” ujar Gubernur.

Sebagai indikator peningkatan daya beli masyarakat, Gubernur mengungkapkan adanya kenaikan signifikan pada penjualan kendaraan bermotor di Provinsi Lampung, terutama di wilayah kabupaten.

“Peningkatan ini menjadi bukti bahwa daya beli masyarakat meningkat dan ekonomi daerah tumbuh,” tambahnya.

Gubernur optimis tren pertumbuhan ekonomi tersebut akan berlanjut pada tahun 2026, selama harga komoditas pertanian dan pangan tetap stabil atau meningkat.

Ia juga menegaskan bahwa arah kebijakan pembangunan saat ini difokuskan pada penguatan ekonomi desa sebagai fondasi utama pertumbuhan.

“Pertumbuhan saat ini lebih terasa di desa. Ke depan, setelah desa kuat, pertumbuhan akan merambat ke wilayah perkotaan,” jelasnya.

Selain itu, Gubernur juga menyinggung kebijakan pemutihan pajak kendaraan yang dilaksanakan pada tahun 2025. Kebijakan tersebut tidak hanya meringankan beban masyarakat, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan daerah guna mendukung pembangunan infrastruktur.

“Hasil program pemutihan pajak tahun 2025 akan digunakan untuk perbaikan jalan pada tahun 2026,” tegas Gubernur.

Lebih lanjut, Gubernur menekankan bahwa perbaikan infrastruktur tidak dapat ditunda karena memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

Dengan infrastruktur yang baik diharapkan akan meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat dan percepatan pembangunan daerah.

Kunker Komisi VI DPR RI di Lampung, Gubernur Tekankan Pemerataan Ekonomi Berbasis Digital

Bandar Lampung — Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menekankan pentingnya pemerataan ekonomi antara wilayah perkotaan dan perdesaan melalui penguatan ekosistem digital.

Hal tersebut disampaikan saat memberikan sambutan pada acara Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI terkait Pengawasan Kinerja serta Dukungan Ekosistem Digital dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah, bertempat di Hotel Grand Mercure, Sabtu (11/04/2026).

Dalam sambutannya, Gubernur memaparkan kondisi demografis Lampung sebagai provinsi dengan populasi tertinggi kedua di Pulau Sumatera. Namun, Gubernur menyoroti adanya ketimpangan perputaran uang di mana 70% terkonsentrasi di kota, sementara 30% berada di desa.

“Presiden kita memahami bahwa pemerataan ekonomi adalah kunci. Di Lampung, kita memiliki potensi besar di sektor komunitas lokal. Sebagai contoh, ada sekitar 5.000 merek keripik singkong berbasis komunitas, namun seringkali pertumbuhannya terhambat karena masalah distribusi dan infrastruktur digital yang belum merata hingga ke pelosok,” ujar Gubernur.

Gubernur juga mengapresiasi kebijakan strategis Pemerintah Pusat yang berdampak langsung pada peningkatan pendapatan petani di Lampung. Gubernur menyebutkan bahwa program-program tersebut berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi Lampung mencapai 5,90% secara tahunan (yoy).

“Ke depan, kami fokus pada dua program kerja utama. Pertama, menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi kecil di desa. Kedua, memastikan pemerataan konektivitas digital agar produk lokal desa bisa bersaing tanpa harus lari ke kota,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI selaku Ketua Tim Kunjungan Kerja, Nurdin Halim, menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk memastikan BUMN, khususnya di sektor telekomunikasi, hadir secara optimal untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kami ingin menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi di pusat dan di daerah. Transformasi digital harus menjadi pondasi utama pembangunan ekonomi kita agar tidak ada wilayah yang tertinggal,” kata Nurdin Halim.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Peningkatan Nilai PT Telkom, Widia, menyatakan komitmennya untuk mendukung visi Pemerintah Provinsi Lampung. Ia menjelaskan bahwa Telkom tengah fokus pada program desentralisasi sektor publik, termasuk penyediaan platform digital untuk sekolah-sekolah di wilayah terpencil serta pemberdayaan UMKM melalui infrastruktur ekonomi digital yang inklusif.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, turut menambahkan bahwa sinergi antar-lembaga dan BUMN sangat krusial dalam mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas daya beli masyarakat. Ia mencatat bahwa transformasi digital yang dilakukan BUMN seperti Telkom akan menjadi motor penggerak industri telekomunikasi yang berdampak pada peningkatan produktivitas daerah.

Acara ini dihadiri oleh anggota Komisi VI DPR RI, perwakilan manajemen BUMN, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung. Kegiatan diakhiri dengan diskusi terkait langkah strategis perluasan akses digital dari kota hingga ke desa untuk memperkuat ekonomi kerakyatan di Bumi Rua Jurai.

Sensus Ekonomi 2026, Pemprov Lampung Perkuat Sinergi untuk Data Berkualitas

Bandar Lampung —– Pemerintah Provinsi Lampung menyatakan komitmen penuh untuk menyukseskan gelaran Sensus Ekonomi (SE) 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Dukungan ini ditegaskan sebagai langkah strategis dalam mewujudkan akurasi data pembangunan ekonomi di Bumi Ruwa Jurai.

​Hal tersebut disampaikan oleh Sekdaprov Lampung, Marindo Kurniawan, saat menerima audiensi jajaran BPS Provinsi Lampung di Ruang Kerja Sekda, Kompleks Perkantoran Gubernur Lampung, Selasa (7/4/26).

​”Pemerintah Provinsi Lampung siap mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Ini adalah agenda nasional yang sangat krusial bagi pemetaan kekuatan ekonomi kita,” ujar Sekdaprov.

Sebagai bentuk keseriusan, Sekdaprov mengungkapkan bahwa Gubernur Lampung telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor: 183 Tahun 2025. Melalui instruksi tersebut, Gubernur mengajak seluruh jajaran Bupati/Walikota se-Provinsi Lampung, Kepala Perangkat Daerah, hingga Pimpinan Asosiasi dan Perusahaan untuk memberikan dukungan maksimal serta kooperatif dalam proses pendataan.

Sensus Ekonomi 2026 dijadwalkan berlangsung pada 1 Mei hingga 31 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan pendataan berskala besar yang bertujuan untuk memperoleh data dasar seluruh kegiatan ekonomi, kecuali sektor pertanian.

​Data yang dihasilkan nantinya akan menjadi rujukan utama bagi Pemerintah Daerah maupun Pusat dalam:

  • ​Penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi yang tepat sasaran
  • ​Pemetaan potensi investasi daerah.
  • ​Evaluasi struktur ekonomi wilayah secara mendalam.

​”Data yang akurat adalah kunci. Tanpa data yang valid, kebijakan yang diambil tidak akan maksimal. Oleh karena itu, kami menghimbau seluruh pelaku usaha, mulai dari skala kecil hingga besar, untuk memberikan data yang jujur dan apa adanya kepada petugas sensus nanti,” tambah Sekdaprov.

​Melalui koordinasi yang erat antara Pemerintah Provinsi Lampung dan BPS, diharapkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Provinsi Lampung dapat berjalan lancar sesuai dengan standar operasional yang telah ditetapkan, guna mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional.