Halal Bihalal Perantauan Sumatera Bagian Selatan

Palembang — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menghadiri langsung acara Halal Bihalal masyarakat perantauan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) yang diselenggarakan di Griya Agung, Sabtu (25/4/2026).

Kehadiran Gubernur Rahmat Mirzani Djausal ini menjadi simbol komitmen Pemerintah Provinsi Lampung untuk mempererat sinergi dan kolaborasi antardaerah di wilayah Sumatera Bagian Selatan.

Kegiatan yang dihadiri oleh perwakilan masyarakat dari lima provinsi : Sumatera Selatan, Lampung, Jambi, Bengkulu, dan Bangka Belitung ini menjadi momentum bersejarah dalam mempererat ikatan kekerabatan antarwilayah.

Dalam sambutannya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyoroti pentingnya fokus pada target pembangunan yang dapat dicapai dalam masa jabatan yang tersisa hingga tahun 2029.

Ia mengimbau agar para gubernur di wilayah Sumbagsel menyusun program yang realistis dan berdampak langsung bagi masyarakat.

“Jangan meminta yang muluk-muluk, apalagi yang nanti berlaku lintas lima tahun. Di posisi saat ini 2027–2029, tiga tahun, mungkin ada program yang tertunda dan bisa dikebut,” ujar Mendagri.

Ia mencontohkan urgensi percepatan proyek infrastruktur seperti pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera beserta jalur pendukungnya. Menurutnya, pembukaan kembali akses seperti jalur Palembang–Bengkulu akan memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, pariwisata, dan konektivitas antarwilayah.

Selain itu, Mendagri juga menyoroti proyek strategis daerah yang sempat tertunda, seperti Tanjung Carat, yang dinilai perlu segera dihidupkan kembali. Ia berkomitmen memfasilitasi koordinasi lanjutan bersama kementerian/lembaga terkait di tingkat pusat.

“Kita akan kumpul bersama di Jakarta, lalu mengundang para gubernur. Paling tidak sampai 2029 ada sesuatu yang bisa kita tinggalkan sebagai legacy bagi masyarakat Sumbagsel,” pungkasnya.

Di kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan pentingnya penguatan sinergi dan kolaborasi antarprovinsi di wilayah Sumbagsel untuk mengejar ketertinggalan pembangunan nasional.

Menurutnya, Sumbagsel memiliki modal besar dari sisi sejarah, budaya, dan sumber daya alam. Namun, dibutuhkan komitmen bersama agar potensi tersebut dapat dioptimalkan secara maksimal.

“Kebersamaan dan ikatan batin ini menjadi kebutuhan untuk mengoptimalkan sekaligus mensinergikan potensi yang ada di Sumbagsel, tentu untuk kemajuan Indonesia dan masyarakat Sumbagsel,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menyampaikan apresiasi atas antusiasme para perantau yang hadir. Ia menegaskan bahwa pertemuan ini menjadi bukti kuatnya ikatan kekerabatan masyarakat Sumbagsel.

“Pertemuan ini bukan untuk unjuk kekuatan, tetapi menunjukkan bahwa kita adalah satu rumpun yang istimewa. Banyak penentu kebijakan di negara ini berasal dari wilayah kita,” ungkapnya.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat Sumbagsel untuk terus memperkuat sinergi dalam membangun daerah masing-masing, sejalan dengan semangat kebangsaan.

“Mudah-mudahan keakraban ini semakin nyata dalam langkah kita membangun daerah, tanpa mengesampingkan wilayah lain di Nusantara,” tutup Herman Deru.

Dalam pernyataan persnya, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas terselenggaranya silaturahmi tersebut. Ia menilai, halal bihalal perantau Sumbagsel menjadi ruang strategis untuk memperkuat jejaring dan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

“Alhamdulillah, hari ini kita bisa bersilaturahmi dalam suasana halal bihalal bersama perantau Sumbagsel yang berasal dari lima provinsi. Kita sangat bangga karena banyak kader-kader dari Sumbagsel yang kini telah mengisi posisi penting di republik ini,” ujarnya.

Ia berharap, ke depan para tokoh dan putra-putri terbaik asal Sumbagsel tersebut dapat berperan lebih besar dalam mendorong percepatan pembangunan di wilayahnya.

“Insya Allah, ke depan kita ingin tokoh-tokoh tersebut bisa berkontribusi lebih besar untuk mengejar ketertinggalan Sumbagsel, sehingga kawasan ini semakin maju dan memiliki daya saing yang kuat,” tambahnya.

Secara khusus, Gubernur juga menyoroti posisi strategis Lampung sebagai gerbang Pulau Sumatera yang memiliki potensi besar dalam mendukung pengembangan kawasan Sumbagsel.

“Lampung yang berada di ujung Pulau Sumatera memiliki posisi yang sangat strategis dalam pengembangan Sumbagsel. Insya Allah, ke depan kita akan merasakan manfaatnya bersama,” tutupnya.

Halal Bihalal 1447 H Pemprov Lampung, Gubernur Mirza Ajak Perkuat Sinergi dan Kepedulian kepada Masyarakat

Bandar Lampung — Pemerintah Provinsi Lampung menggelar Halal Bihalal Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi di Halaman Kantor Gubernur Lampung, Senin (30/03/2026).

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, dalam kesempatan tersebut menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idulfitri kepada seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat. Ia mengajak semua pihak menjadikan nilai-nilai Ramadan sebagai fondasi dalam kehidupan dan pekerjaan sehari-hari.

“Selamat Hari Raya Idulfitri, mohon maaf lahir dan batin. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa kita dan menjadikan Ramadan sebagai makna dalam kehidupan kita ke depan,” ujarnya.

Gubernur menegaskan bahwa kegiatan Halal Bihalal bukan sekadar seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat capaian dan pembelajaran selama bulan Ramadan. Ia menilai, nilai-nilai seperti disiplin, pengendalian diri, dan peningkatan ibadah harus tercermin dalam kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Jika selama Ramadan kita mampu menahan diri, maka dalam bekerja kita juga harus mampu menahan diri dari hal-hal yang tidak benar. Disiplin yang dilatih selama Ramadan harus terus dijaga, terutama dalam melayani masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Gubernur menekankan bahwa bekerja dengan jujur, melayani dengan tulus, serta mengambil keputusan secara adil merupakan bentuk ibadah yang sesungguhnya. Ia juga mengajak seluruh ASN untuk menjaga semangat kebersamaan, gotong royong, dan berbagi yang telah terbangun selama Ramadan.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur turut mengingatkan pentingnya kolaborasi antar perangkat daerah dan pemangku kepentingan. Ia menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat tidak dapat dilakukan secara sektoral, melainkan harus melalui kerja sama yang solid.

“Kita harus menghilangkan ego sektoral, memperkuat koordinasi, dan membangun kepercayaan satu sama lain. Pemerintah harus menjadi satu tim yang solid, bukan hanya bekerja bersama, tetapi juga berjuang bersama untuk rakyat Lampung,” tegasnya.

Menurutnya, masyarakat tidak hanya menilai siapa yang paling hebat, tetapi siapa yang paling peduli dan mampu hadir dalam setiap kebutuhan mereka. Oleh karena itu, integritas, empati, dan tanggung jawab harus menjadi prinsip utama dalam setiap tindakan ASN.

Pada kesempatan itu, Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI, Polri, Kejaksaan, BIN dan instansi vertikal lainnya atas dedikasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama bulan Ramadan hingga arus mudik Lebaran. Ia menilai, peran seluruh pihak tersebut telah memastikan masyarakat Lampung dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.

“Ini menjadi bukti nyata bahwa negara hadir untuk melayani dan melindungi masyarakat,” pungkasnya.

Sebagai bentuk apresiasi, Pemerintah Provinsi Lampung memberikan hadiah umrah kepada ASN yang berhasil khatam Al-Qur’an lebih dari lima kali selama bulan Ramadan.

Kegiatan Halal Bihalal ini turut menghadirkan Ustadz Anas Hidayatullah sebagai penceramah dan diharapkan menjadi titik awal penguatan kinerja Pemerintah Provinsi Lampung dalam mewujudkan pelayanan publik yang lebih baik, profesional, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat