Sinergi Pemprov–BKKBN, Warga Lampung Didorong Lebih Sehat, Sejahtera, dan Berkualitas

Bandar Lampung — Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan program pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana.

Hal ini ditegaskan dalam audiensi antara Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, bersama Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung, Soetriningsih, di Ruang Kerja Sekda, Kamis (23/04/2026).

Pertemuan tersebut difokuskan pada persiapan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Bangga Kencana Tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 28-29 April mendatang.

Rakorda ini diproyeksikan menjadi momentum evaluasi sekaligus penyelarasan strategi antara pusat, provinsi, hingga 15 kabupaten/kota untuk mewujudkan visi Lampung Maju dan Indonesia Emas 2045.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung, Soetriningsih, menyampaikan bahwa Rakorda tersebut akan melibatkan sekitar 120 mitra kerja strategis, termasuk TP PKK, DPRD, dan berbagai instansi vertikal.

“Fokus utama kami adalah mengevaluasi kinerja tahun 2025 dan memastikan program prioritas seperti siklus hidup mulai dari ibu hamil, balita, hingga lansia dapat terintegrasi dengan program daerah,” ujarnya.

Dalam laporannya, BKKBN menyoroti beberapa capaian dan inovasi lapangan, di antaranya keberhasilan layanan bagi 520.000 sasaran melalui implementasi program MBG 3B. Selain itu, ditekankan pula pentingnya keterlibatan peran ayah melalui gerakan “Ayah Teladan Indonesia” serta pengembangan “Sekolah Lansia” bagi warga berusia di atas 60 tahun yang mendapat respons positif dari pemerintah daerah.

“Kami rutin melakukan evaluasi per dua bulan bersama OPD-KB di kabupaten/kota untuk memastikan target dan capaian tetap terukur sesuai perjanjian kerja sama yang ada,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, menyatakan bahwa Pemprov Lampung memandang peran BKKBN sangat vital sebagai mitra strategis yang menjalankan fungsi-fungsi krusial pembangunan di daerah.

“Target-target pembangunan akan lebih cepat tercapai apabila program-program dari instansi vertikal seperti BKKBN diinternalisasikan dan diselaraskan dengan program kerja pemerintah daerah. Kami menyambut baik dan siap mendukung penuh seluruh rangkaian kegiatan yang bertujuan untuk menyejahterakan masyarakat Lampung,” tegas Sekdaprov.

Direncanakan dalam kegiatan tersebut akan diberikan apresiasi atas Dokumen Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) Terbaik kepada Pemerintah Provinsi Lampung.

Sekdaprov menekankan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil kerja keras dalam menjalankan prosedur dan tata kelola kependudukan yang benar.

“Yang utama adalah bagaimana kita di daerah mampu in-line dengan program pusat dan bersinergi secara vertikal maupun horizontal hingga ke tingkat kabupaten/kota,” pungkasnya.

Dari Drumband hingga E-Sport, LSO 2026 Satukan Bakat Terbaik Pelajar Lampung

Bandar Lampung — Semangat dan antusiasme generasi muda mewarnai pembukaan Lampung Student Olympic (LSO) 2026 yang digelar di Halaman Kantor Gubernur Lampung, Kamis (23/4/2026).

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Lampung, M. Firsada, yang mewakili Gubernur Lampung. Dalam sambutannya, Gubernur mengapresiasi semangat para peserta yang berasal dari jenjang SD hingga SMA. Ia menilai, kehadiran para pelajar dalam ajang ini mencerminkan optimisme dan harapan besar bagi masa depan Lampung.

“Dari wajah kalian terlihat jelas, ini adalah kumpulan anak-anak hebat yang datang membawa semangat dan harapan. Keberanian kalian untuk tampil di ajang ini saja sudah menjadi langkah besar,” ujarnya.

Ia menegaskan, LSO bukan semata-mata ajang untuk mengejar kemenangan, melainkan wadah untuk membangun karakter, sportivitas, dan ketangguhan mental. Menurutnya, keberanian mencoba, disiplin berlatih, serta kemampuan bangkit dari kegagalan merupakan nilai utama yang harus ditanamkan sejak dini.

“Yang terpenting bukan siapa yang menang, tetapi keberanian untuk ikut, berproses, dan tetap jujur serta sportif dalam bertanding,” tambahnya.

Pemerintah Provinsi Lampung, berkomitmen untuk terus menghadirkan ruang-ruang pengembangan bagi generasi muda. Melalui kegiatan seperti LSO, diharapkan lahir atlet-atlet potensial yang mampu mengharumkan nama daerah hingga ke tingkat nasional bahkan internasional.

Menurutnya, melalui latihan, disiplin, dan semangat yang dilakukan hari ini akan menjadi bekal berharga di masa depan. Kegiatan seperti ini akan terus berlanjut dengan dukungan semua pihak.

“Selamat bertanding, tunjukkan kemampuan terbaik, junjung tinggi sportivitas, dan nikmati setiap prosesnya. Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Lampung Student Olympic 2026 secara resmi saya nyatakan dibuka,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, sekaligus Ketua Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Lampung menjelaskan bahwa LSO merupakan agenda tahunan yang kini memasuki tahun kedua penyelenggaraan. Ajang ini hadir sebagai wadah bagi pelajar yang telah berlatih secara serius namun sebelumnya belum memiliki ruang kompetisi yang memadai.

“Melalui LSO, kami ingin memastikan seluruh potensi, bakat, dan minat anak-anak Lampung dapat tersalurkan dengan baik. Tahun lalu kita sudah melihat banyak potensi yang bahkan mampu menembus ajang nasional hingga internasional,” jelasnya.

Ia menambahkan, penyelenggaraan tahun ini juga menjadi bagian dari persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2032, di mana Lampung bersama Banten direncanakan menjadi tuan rumah.

“Kita ingin mempersiapkan sejak dini agar anak-anak Lampung mampu berpartisipasi dan berprestasi di ajang besar tersebut,” ujarnya.

Selain itu, Thomas juga mengungkapkan adanya lomba drumband yang diikuti 33 peserta, melampaui target awal. Hal ini menjadi sinyal positif bangkitnya kembali aktivitas drumband yang sempat meredup pascapandemi.

“Kami berharap drumband kembali berkembang dan mampu mencetak generasi yang berprestasi di bidang tersebut,” tambahnya.

Lampung Student Olympic 2026 akan berlangsung hingga Bulan Juli 2026 dengan mempertandingkan berbagai cabang olahraga, seni, dan sastra. Berdasarkan laporan Ketua Pelaksana Nyimas Gandasari, cabang yang diperlombakan meliputi drumband, atletik, bulu tangkis, renang, voli, basket, futsal, karate, hingga e-sport.

Selain itu, ajang ini juga menghadirkan kompetisi seni dan sastra seperti solo song, tari kreasi, modern dance, serta baca puisi. Terdapat pula lomba Peraturan Baris Berbaris (PBB) variasi yang turut menambah semarak kegiatan.

Dengan ragam cabang yang dipertandingkan, LSO 2026 diharapkan menjadi panggung bagi pelajar Lampung untuk mengasah kemampuan, menumbuhkan sportivitas, serta membangun kepercayaan diri dalam menghadapi tantangan masa depan.

Pemprov Lampung Perkuat Layanan Kesehatan untuk Tekan TBC

Bandar Lampung– Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela kembali menegaskan keseriusan Pemerintah Provinsi Lampung dalam mempercepat penanggulangan Tuberkulosis (TBC). Penegasan tersebut disampaikan saat menerima audiensi Persatuan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Cabang Lampung di ruang kerjanya, Jumat (24/4/2026).

Menurut Wagub Jihan, pertemuan ini menjadi bagian dari langkah strategis menindaklanjuti arahan pemerintah pusat, khususnya setelah kunjungan Wakil Menteri Kesehatan RI. Ia menilai, posisi Lampung sebagai wilayah prioritas nasional menuntut adanya percepatan dan penguatan program eliminasi TBC secara menyeluruh.

Ia mengungkapkan optimisme bahwa Lampung mampu menjadi contoh keberhasilan penanganan TBC. Pengalaman dalam mengendalikan pandemi COVID-19 telah membentuk pola kerja kolaboratif yang solid antara pemerintah dan tenaga kesehatan.

“Kita sudah memiliki pengalaman dalam penanganan krisis kesehatan secara terstruktur dan masif. Pendekatan itu akan kita adaptasi untuk mempercepat eliminasi TBC di Lampung,” ujarnya.

Meski tren kesembuhan TBC terus membaik, Wagub menekankan pentingnya penguatan sistem deteksi dini yang terintegrasi dengan penanganan hingga tuntas. Ia menyebut, tantangan utama saat ini adalah memastikan setiap kasus teridentifikasi sejak awal dan mendapat pengobatan yang optimal.

Untuk itu, Pemprov Lampung akan mengoptimalkan peran seluruh lini layanan kesehatan, mulai dari Puskesmas, Posyandu, hingga kader kesehatan di tingkat desa.
Sebagai bagian dari transformasi digital, pemerintah daerah juga tengah menyiapkan integrasi program TBC ke dalam aplikasi “Lampung In”.

Platform ini diharapkan mampu menghadirkan sistem pemantauan data pasien secara real-time, sehingga intervensi dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.

Dalam mendukung langkah tersebut, Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Lampung diminta untuk menjalin koordinasi intensif dengan PDPI, khususnya dalam penguatan sistem pertukaran data (bridging).

“Intervensi kebijakan harus ditopang dengan data yang kuat agar setiap langkah yang diambil benar-benar berdampak pada peningkatan kesehatan masyarakat,” tegasnya.

Dari sisi capaian, indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan di Lampung menunjukkan perkembangan positif. Pada 2024, capaian mencapai 103 persen dan meningkat menjadi 131 persen pada 2025. Hingga triwulan pertama 2026, realisasi telah menyentuh 19 persen.

Sementara itu, tingkat keberhasilan pengobatan TBC sensitif obat juga mengalami peningkatan, dari 95 persen pada 2024 menjadi 98 persen di tahun 2025. Pada triwulan pertama 2026, capaian pengobatan tercatat sebesar 81 persen.

Dengan penguatan kolaborasi antara pemerintah, tenaga medis, dan masyarakat, Pemprov Lampung optimistis upaya eliminasi TBC dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

Kunjungan DPR RI Jadi Momentum Percepat Hilirisasi, Dorong Perekonomian dan Pengembangan Pariwisata Lampung

Bandar Lampung — Pemerintah Provinsi Lampung menerima Kunjungan Kerja Reses Komisi VII DPR RI yang membidangi sektor perindustrian, UMKM, ekonomi kreatif, pariwisata, dan sarana publikasi, bertempat di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Lampung, Kamis (23/04/2026).

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dalam kesempatan tersebut memaparkan berbagai dinamika pembangunan di Provinsi Lampung, Ia mengungkap bahwa struktur ekonomi Lampung sangat ditopang oleh sektor pertanian. Dari total luas wilayah sekitar 3 juta hektare, sebanyak 1,8 juta hektare merupakan lahan pertanian dengan komoditas utama padi, jagung, dan singkong. Sektor ini menjadi sumber penghidupan bagi hampir 2 juta keluarga di Lampung.

“Lampung ini berbeda dengan daerah lain di Sumatera yang banyak bertumpu pada perkebunan. Di sini mayoritas adalah petani, dan komoditas pertanian telah menjadi tulang punggung ekonomi daerah selama puluhan tahun,” ujar Gubernur.

Namun demikian, Gubernur mengakui keterbatasan fiskal daerah menjadi tantangan dalam pembangunan infrastruktur. Dengan APBD yang terbatas, kebutuhan pembangunan jalan yang menopang distribusi komoditas pertanian masih belum optimal.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menyampaikan bahwa kebijakan menjaga stabilitas harga gabah dan jagung telah memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi Lampung tercatat mencapai 5,28 persen atau berada di atas rata-rata nasional.

Selain itu, berbagai indikator makro menunjukkan tren positif, di antaranya penurunan angka kemiskinan dari 10,7 persen pada 2024 menjadi 9,6 persen, inflasi yang terkendali di angka 1,25 persen (terendah secara nasional), serta peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP) yang mendekati angka 130.

“Perbaikan harga komoditas pertanian berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, terutama di wilayah pedesaan. Aktivitas ekonomi di daerah pertanian juga mengalami peningkatan signifikan,” jelasnya.

Gubernur juga menyoroti potensi besar hilirisasi industri berbasis komoditas, Pemerintah Provinsi Lampung berencana mendorong pengembangan kawasan industri di lima wilayah strategis.

Di sisi lain, Gubernur mengungkapkan adanya kendala regulasi ekspor yang masih menjadi hambatan, termasuk pada komoditas kopi yang harus melalui negara transit sebelum mencapai pasar tujuan. Kondisi ini dinilai meningkatkan biaya logistik dan menghambat daya saing.

Pada sektor UMKM, tercatat sebanyak 398 ribu pelaku usaha, dengan sekitar 70 persen di antaranya merupakan perempuan.

Pemerintah Provinsi Lampung mendorong penguatan kelembagaan melalui model klasterisasi dan agregasi produk agar UMKM lebih kompetitif, termasuk untuk pasar ekspor.

Gubernur juga mengajukan sejumlah usulan strategis kepada pemerintah pusat melalui kunjungan Kerja Reses Komisi VII DPR RI, diantaranya percepatan pembangunan kawasan industri, peningkatan infrastruktur akses, dukungan kebijakan hilirisasi, serta pengembangan pariwisata dan pendidikan berbasis hospitality guna mempercepat transformasi ekonomi Lampung.

Pada sektor industri, Pemerintah Provinsi Lampung mendorong percepatan pengembangan kawasan industri sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN), termasuk dukungan pembangunan infrastruktur kawasan seperti jalan akses, listrik, air baku, dan pengolahan limbah. Selain itu, diperlukan kebijakan hilirisasi industri berbasis komoditas unggulan untuk meningkatkan nilai tambah.

Di sektor pariwisata, Gubernur mengusulkan dukungan pembangunan akses jalan menuju destinasi wisata unggulan, pengembangan amenitas wisata, promosi nasional, serta penguatan desa wisata dan wisata bahari berbasis konservasi.

Lampung sendiri mencatat peningkatan kunjungan wisatawan nusantara dari 17 juta pada 2024 menjadi 27 juta pada 2025. Destinasi unggulan seperti Pulau Pahawang dan Taman Nasional Way Kambas dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara lebih terintegrasi.

Untuk sektor ekonomi kreatif, pemerintah daerah mendorong fasilitasi pengembangan subsektor unggulan seperti kriya, kuliner, fesyen, konten, dan digital. Dukungan pelatihan SDM, akses pembiayaan, penguatan pemasaran, serta pembangunan creative hub juga menjadi prioritas dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Lampung.

Sementara itu, pada sektor UMKM yang berjumlah sekitar 398 ribu unit usaha dengan 70 persen pelakunya perempuan, Gubernur menekankan pentingnya perluasan akses pembiayaan, bantuan legalitas usaha, digitalisasi, serta perluasan akses pasar hingga ekspor. Selain itu, penguatan kemitraan antara UMKM dan industri besar juga menjadi fokus utama.

Ketua Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, mengapresiasi capaian Pemerintah Provinsi Lampung yang dinilai menunjukkan geliat ekonomi positif dalam beberapa waktu terakhir.

“Apa yang disampaikan Gubernur menunjukkan adanya kemajuan yang signifikan. Lampung memiliki potensi besar, tidak hanya dari sisi sumber daya alam, tetapi juga sumber daya manusia yang harus terus dikembangkan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan komitmen Komisi VII DPR RI untuk mendukung berbagai program strategis daerah, khususnya yang berkaitan dengan mitra kerja komisi.

Dalam sesi wawancara, Gubernur menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung tengah mendorong penataan UMKM berbasis komoditas, khususnya singkong, yang jumlah mereknya mencapai lebih dari 5.000. Penataan ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem usaha yang lebih sehat dan berdaya saing.

Selain itu, pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) juga menjadi fokus, dengan empat calon KEK industri dan dua KEK pariwisata yang sedang dalam tahap perencanaan dan studi kelayakan.

Kunjungan kerja ini diharapkan dapat mempercepat realisasi program-program strategis di Lampung, sekaligus memperkuat peran daerah sebagai lumbung pangan nasional dan pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sumatera.

Sementara itu, Wakil Ketua Tim Kunjungan Kerja, Chusnunia Chalim, menyatakan bahwa sejumlah usulan dari Pemerintah Provinsi Lampung, termasuk pemberian insentif seperti tax holiday dan penguatan sektor pariwisata, mendapat respons positif dari kementerian terkait.

“Kementerian pada prinsipnya mendukung pengembangan pariwisata Lampung, termasuk usulan penguatan infrastruktur, promosi, dan hilirisasi produk lokal,” ujarnya.

Kunjungan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi unggulan Lampung.

Pelantikan Pengurus PDBI Lampung Jadi Momentum Cetak Atlet Berprestasi dan Generasi Disiplin

Bandar Lampung — Gubernur Lampung diwakili Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Lampung, Meiry Harika Sari, menghadiri Pelantikan Pengurus Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Provinsi Lampung masa bakti 2025–2029 serta Pengurus PDBI Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung periode 2026–2030, di Balai Keratun Lantai 3, Kamis (23/4/2026).

Pelantikan ini berdasarkan Surat Keputusan Pengurus PDBI Pusat Nomor : 17 Tahun 2025
Tentang Pengukuhan Personalia Kepengurusan
Pengurus Provinsi Persatuan Drum Band Indonesia Lampung (PENGPROV PDBI Lampung) Masa Bakti 2025 – 2029.

Pelantikan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat sinergi seluruh insan drum band di Lampung untuk mendorong lahirnya atlet-atlet berprestasi sekaligus membangun karakter generasi muda yang disiplin, kreatif, dan berdaya saing.

Ketua PDBI Provinsi Lampung, Thomas Amirico, menyampaikan harapannya agar kepengurusan baru mampu menghidupkan kembali eksistensi drum band di seluruh kabupaten/kota di Lampung.

Ia menegaskan, diperlukan komitmen bersama dan kolaborasi semua pihak agar pembinaan dapat berjalan berkelanjutan, mulai dari jenjang PAUD, TK, SD, SMP, SMA hingga SMK.

“Melalui kebersamaan dan dukungan semua pihak, kita ingin drum band di Lampung kembali hidup, berkembang, dan mampu mengharumkan nama daerah pada event lokal maupun nasional,” ujarnya.

Thomas juga mengungkapkan antusiasme masyarakat terhadap cabang olahraga ini terus meningkat. Hal tersebut terlihat dari jumlah peserta pada agenda lomba perdana yang melampaui target pendaftaran.

Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan, Intan Nyimas Gandasari, menjelaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremoni pergantian kepengurusan, tetapi menjadi simbol lahirnya semangat baru, dedikasi baru, dan komitmen bersama untuk memajukan olahraga drum band dan marching band di Lampung.

Mengusung tema “Berkolaborasi dan Bersinergi Menuju Prestasi Tertinggi PDBI”, kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal terciptanya organisasi yang semakin profesional, solid, dan bermartabat.

“PDBI Lampung ke depan diharapkan menjadi rumah besar bagi para atlet dan insan drum band untuk terus berkarya, berprestasi, serta membawa nama Lampung ke tingkat nasional bahkan internasional,” katanya.

Dukungan juga datang dari Ketua KONI Provinsi Lampung, Taufik Hidayat, yang menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik.

Menurutnya, PDBI merupakan cabang olahraga yang memiliki potensi besar, tidak hanya dalam pembinaan atlet usia dini, tetapi juga dalam membentuk karakter generasi muda.

Ia menambahkan, momentum pelantikan ini harus menjadi awal dari tanggung jawab besar untuk membawa Lampung sejajar dengan provinsi-provinsi terbaik di Indonesia dalam cabang olahraga drum band.

Taufik juga menyampaikan bahwa Provinsi Lampung bersama Provinsi Banten tengah berproses menuju pencalonan tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXIII Tahun 2032. Karena itu, seluruh cabang olahraga, termasuk PDBI, diharapkan mulai mempersiapkan diri secara maksimal.

“Lampung bukan hanya harus siap menjadi tuan rumah, tetapi juga harus siap berprestasi,” tegasnya.

Melalui pelantikan ini, Pemerintah Provinsi Lampung optimistis pembinaan olahraga drum band akan semakin berkembang, sekaligus membuka ruang lebih luas bagi generasi muda untuk berprestasi dan membawa harum nama daerah di kancah nasional.