Pemprov Lampung Terbitkan Dua Edaran Jelang Idulfitri 1447 H: Larangan Kendaraan Dinas untuk Mudik dan Pengendalian Gratifikasi

Bandar Lampung — Pemerintah Provinsi Lampung menerbitkan dua surat edaran sebagai langkah memperkuat disiplin aparatur sekaligus mencegah praktik korupsi menjelang perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah Tahun 2026.

Kebijakan tersebut mencakup Surat Edaran tentang penggunaan kendaraan dinas operasional selama masa mudik Lebaran serta Surat Edaran mengenai pencegahan korupsi dan pengendalian gratifikasi terkait momentum hari raya.

Melalui Surat Edaran Nomor 44 Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tidak diperkenankan menggunakan kendaraan dinas operasional untuk kepentingan mudik.

Surat edaran tersebut ditujukan kepada seluruh Kepala Perangkat Daerah serta Direksi BUMD di lingkungan Pemprov Lampung sebagai pedoman penggunaan kendaraan dinas selama masa libur nasional dan cuti bersama Idulfitri 1447 Hijriah yang berlangsung pada 18 hingga 24 Maret 2026.

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, menegaskan bahwa fasilitas kendaraan dinas harus dimanfaatkan secara tepat sesuai dengan peruntukannya.

“Melalui surat edaran ini kami ingin memastikan bahwa seluruh aparatur tetap menjaga disiplin dalam penggunaan fasilitas negara. Kendaraan dinas merupakan sarana pendukung tugas pemerintahan yang penggunaannya harus sesuai dengan ketentuan dan hanya untuk kepentingan kedinasan,” ujar Marindo.

Selain pengaturan penggunaan kendaraan dinas, ASN dan pegawai BUMD yang melaksanakan perjalanan mudik juga diimbau untuk mengutamakan keselamatan selama perjalanan serta mematuhi seluruh peraturan lalu lintas guna menjaga ketertiban, kelancaran, dan keselamatan selama arus mudik maupun arus balik Lebaran.

Di sisi lain, Pemprov Lampung juga menerbitkan Surat Edaran tentang pencegahan korupsi dan pengendalian gratifikasi terkait perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah Tahun 2026. Kebijakan ini ditujukan kepada Kepala Perangkat Daerah, Direksi BUMD, serta pimpinan asosiasi, perusahaan, dan masyarakat sebagai bagian dari upaya memperkuat integritas dan mencegah praktik korupsi di lingkungan pemerintahan.

Surat edaran tersebut mengacu pada sejumlah regulasi, antara lain Undang-Undang tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Peraturan Komisi Pemberantasan Korupsi mengenai pelaporan gratifikasi, Peraturan Gubernur Lampung tentang pedoman pengendalian gratifikasi, serta Surat Edaran Komisi Pemberantasan Korupsi terkait pencegahan korupsi dan pengendalian gratifikasi pada momentum hari raya.

Melalui edaran tersebut, ASN dan penyelenggara negara di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung diingatkan untuk menjadi teladan bagi masyarakat dengan tidak meminta, memberikan, maupun menerima gratifikasi yang berkaitan dengan jabatan dan bertentangan dengan kewajiban atau tugasnya.

“Aparatur pemerintah harus menjadi contoh dalam menjaga integritas. Kami mengingatkan seluruh ASN agar tidak terlibat dalam praktik gratifikasi maupun tindakan yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan,” kata Marindo Kurniawan.

Selain itu, ASN maupun Non-ASN dilarang melakukan permintaan dana atau hadiah kepada masyarakat, perusahaan, maupun pihak lain dengan mengatasnamakan institusi, baik secara tertulis maupun tidak tertulis, karena berpotensi melanggar ketentuan hukum dan dapat berimplikasi pada tindak pidana korupsi.

Dalam hal terdapat penerimaan gratifikasi yang berkaitan dengan jabatan, aparatur diwajibkan melaporkannya kepada Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG) Pemerintah Provinsi Lampung disertai penjelasan dan dokumentasi penyerahan. Selanjutnya laporan tersebut akan diteruskan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi melalui aplikasi pelaporan gratifikasi (GOL).

Pemerintah Provinsi Lampung juga meminta seluruh pimpinan perangkat daerah untuk memperkuat pengawasan internal, melakukan mitigasi terhadap potensi gratifikasi di unit kerja masing-masing, serta memastikan seluruh pegawai menjaga profesionalitas dan integritas dalam menjalankan tugas.

Melalui kedua edaran ini, Pemprov Lampung berharap kedisiplinan aparatur dalam penggunaan fasilitas negara semakin meningkat sekaligus memperkuat komitmen mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan bebas dari praktik korupsi.

Mudik Lebih Aman dan Terjangkau, Pemprov Lampung Berangkatkan Ribuan Pemudik Gratis

Bandar Lampung — Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela melepas keberangkatan pemudik pada program Mudik Gratis Idulfitri 1447 Hijriah/2026 menggunakan moda transportasi bus dan Kereta Api di Stasiun Tanjung Karang, Bandar Lampung, Senin (16/03/2026).

Program ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Provinsi Lampung untuk membantu masyarakat agar dapat pulang ke kampung halaman dengan aman, nyaman, dan biaya yang lebih terjangkau.

Wakil Gubernur Jihan Nurlela menyampaikan bahwa program mudik gratis tahun 2026 merupakan pelaksanaan kedua yang digelar Pemerintah Provinsi Lampung, dengan perluasan layanan moda transportasi.

“Alhamdulillah hari ini Pemerintah Provinsi Lampung bersama para mitra kembali dapat membantu masyarakat melaksanakan mudik. Tahun ini menjadi mudik gratis kedua yang kami selenggarakan. Jika tahun lalu hanya menggunakan kereta api, tahun ini kita tambahkan moda transportasi bus sehingga jangkauan pelayanan kepada masyarakat semakin luas,” ujarnya.

Ia menjelaskan, keberangkatan melalui kereta api pada hari tersebut melayani rute menuju Kertapati pada pagi hari dan Baturaja pada siang hari. Sementara itu, moda transportasi bus telah diberangkatkan sebelumnya untuk melayani sejumlah daerah di Provinsi Lampung seperti Kabupaten Way Kanan, Lampung Barat, Pesisir Barat, dan Mesuji.

Menurut Jihan, program mudik gratis ini tidak hanya membantu masyarakat secara ekonomi, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian sosial yang diharapkan dapat memberikan kebahagiaan bagi para pemudik yang ingin berkumpul dengan keluarga di kampung halaman.

“Semoga para pemudik dapat melakukan perjalanan dengan lancar, nyaman, dan selamat sampai tujuan serta dapat berkumpul bersama keluarga dalam keadaan sehat walafiat,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perhubungan atas dukungan yang diberikan, termasuk penambahan kuota mudik dari Jakarta menuju Lampung melalui skema Public Service Obligation (PSO) serta subsidi sebesar 30 persen untuk tarif kapal penyeberangan.

Wakil Gubernur juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada para mitra yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan program mudik gratis tahun ini.

Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Lampung, Ahmad Iswan H. Cahya mengapresiasi program tersebut karena seluruh pelaksanaannya tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).”Program ini zero APBD.

Artinya seluruh kegiatan murni hasil kreativitas organisasi perangkat daerah dan kerja sama Pemerintah Provinsi Lampung dengan para mitra. DPRD Provinsi Lampung tentu mengapresiasi langkah positif ini, dan berharap ke depan pelayanan kepada masyarakat dapat semakin baik, aman, dan nyaman,” ujarnya.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung Bambang Sumbogo menjelaskan bahwa pelaksanaan program ini telah dikoordinasikan dengan Organisasi Angkutan Darat (Organda) sehingga tidak merugikan pihak pengusaha angkutan.

Ia menambahkan bahwa program ini memanfaatkan moda transportasi bus yang ada di Lampung berdasarkan kesepakatan bersama dengan para pengusaha angkutan.

“Program ini melayani masyarakat Lampung yang akan menuju Palembang dan juga masyarakat yang berada di wilayah Lampung. Ada yang menggunakan kereta api dan ada yang menggunakan bus,” jelasnya.

Bambang juga menambahkan bahwa dukungan pemerintah melalui skema PSO memberikan dampak besar bagi masyarakat. Tarif perjalanan kereta api dari Lampung menuju Kertapati yang seharusnya sekitar Rp180 ribu dapat ditekan menjadi sekitar Rp32 ribu karena subsidi pemerintah.

“Demikian juga untuk rute ke Baturaja, ada subsidi sekitar Rp80 ribuan sehingga masyarakat hanya membayar sekitar Rp29 ribu,” katanya.

Secara keseluruhan, program Mudik Gratis Pemerintah Provinsi Lampung tahun 2026 ini memberangkatkan sebanyak lebih kurang 1.886 pemudik yang menggunakan moda transportasi bus dan kereta api menuju berbagai daerah tujuan. Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat merayakan Hari Raya Idulfitri bersama keluarga dengan perjalanan yang lebih aman dan nyaman.

Perbaikan Jalan Dipercepat, Pemprov Lampung Pastikan Jalur Mudik Lebaran Lebih Aman

Bandar Lampung — Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) terus bergerak mempercepat perbaikan sejumlah ruas jalan provinsi guna memastikan kelancaran dan keselamatan masyarakat menjelang arus mudik Lebaran. Langkah ini dilakukan melalui penutupan lubang jalan (patching), perbaikan struktur jalan, hingga pembenahan sistem drainase di berbagai titik strategis, Sabtu (14/3/2026).

Gubernur Lampung menegaskan bahwa kesiapan infrastruktur jalan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah dalam menghadapi meningkatnya mobilitas masyarakat saat musim mudik. Oleh karena itu, berbagai pekerjaan perbaikan dipercepat agar jalan provinsi berada dalam kondisi aman dan nyaman dilalui pemudik.

Salah satu penanganan penting dilakukan pada ruas jalan provinsi Ulusemong – Trimulyo di Dusun Pusaka Jaya, Pekon Sirna Galih, Kecamatan Ulubelu, Kabupaten Tanggamus. Di lokasi tersebut, jembatan yang ambrol akibat terjangan banjir karena hujan lebat kini tengah ditangani dengan pembangunan jembatan darurat sementara menggunakan pemasangan gorong-gorong armco.

Penanganan darurat ini dilakukan agar konektivitas tetap terjaga dan arus transportasi tidak terputus. Selain itu, Dinas BMBK juga melakukan pekerjaan penutupan lubang jalan pada ruas provinsi Lempasing – Padang Cermin di Kabupaten Pesawaran. Ruas jalan sepanjang sekitar 23 kilometer tersebut menjadi jalur vital penghubung kawasan pesisir dengan Kota Bandar Lampung dan kerap dilalui wisatawan serta masyarakat lokal.

Perbaikan serupa juga dilakukan di ruas Gedong Tataan – Kedondong, Kabupaten Pesawaran, dengan total panjang ruas sekitar 20 kilometer. Pada ruas ini, selain penambalan jalan berlubang, juga dilakukan pembenahan drainase guna mengantisipasi genangan air yang berpotensi mempercepat kerusakan jalan.

Sementara itu di Kabupaten Pringsewu, perbaikan jalan dilakukan pada ruas Pringsewu – Pardasuka sepanjang sekitar 18 kilometer, serta ruas Kalirejo – Pringsewu sepanjang kurang lebih 21 kilometer. Kedua ruas ini merupakan jalur penting penghubung antarwilayah yang menopang mobilitas masyarakat serta distribusi hasil pertanian.

Melalui langkah percepatan ini, Pemerintah Provinsi Lampung berharap kondisi jalan provinsi semakin mantap sehingga mampu mendukung kelancaran arus mudik Lebaran sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah di Provinsi Lampung.

Pemprov Lampung Dukung Pembinaan Spiritual Pelajar melalui Pesantren Kilat dan Iktikaf

BANDAR LAMPUNG — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal membuka kegiatan pesantren kilat dan iktikaf bersama siswa SMA dan SMK se-Kota Bandar Lampung yang diselenggarakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Lampung di Islamic Center Bandar Lampung, Sabtu (14/3/2026).

Kegiatan tersebut diikuti ratusan pelajar yang memanfaatkan momentum Ramadan untuk memperdalam pemahaman agama, memperkuat karakter, serta menumbuhkan nilai-nilai moral dan spiritual sejak usia muda.

Dalam sambutannya, Gubernur Mirza menyampaikan apresiasi kepada Baznas Provinsi Lampung yang terus menghadirkan program yang tidak hanya membantu masyarakat dari sisi ekonomi, tetapi juga membangun karakter generasi muda.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, saya menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada Baznas Provinsi Lampung yang terus menghadirkan program-program yang tidak hanya membantu masyarakat secara ekonomi, tetapi juga membangun karakter generasi muda,” ucap Gubernur.

Gubernur menegaskan, masa depan suatu daerah sangat ditentukan oleh kualitas generasi mudanya. Karena itu, pembangunan sumber daya manusia harus menjadi perhatian utama, termasuk melalui penguatan nilai-nilai agama dan akhlak.

Menurutnya, kemajuan suatu negeri tidak semata-mata ditentukan oleh kekayaan alam atau pertumbuhan ekonomi, melainkan oleh kualitas moral dan karakter generasi mudanya.

“Kalau ingin melihat masa depan suatu negeri, lihatlah pemuda-pemudanya. Jika pemudanya rajin belajar, berakhlak baik, dan taat pada nilai-nilai agama, maka negeri itu akan menjadi negeri yang makmur,” ujarnya.

Gubernur Mirza juga menyoroti tantangan yang dihadapi generasi muda di tengah perkembangan teknologi dan media sosial yang sangat cepat. Ia menyebutkan, saat ini terdapat sekitar 330.000 siswa SMA di Provinsi Lampung yang dalam beberapa tahun ke depan akan menjadi generasi produktif.

Pemerintah, menurut Gubernur, perlu menyiapkan generasi tersebut agar memiliki arah dan fondasi yang kuat sehingga mampu menghadapi berbagai tantangan zaman.

“Kita tidak ingin sumber daya manusia di Provinsi Lampung menjadi sia-sia karena tidak ada yang mengarahkan. Cara terbaik untuk menjaga generasi muda adalah dengan menanamkan nilai agama dan akhlak yang baik,” ucap Gubernur.

Ia juga mengingatkan para pelajar agar terus belajar dan memanfaatkan teknologi secara bijak. Media sosial, menurutnya, harus dimanfaatkan untuk menyebarkan hal-hal positif seperti ilmu pengetahuan, inspirasi, dan kebaikan.

Selain itu, Gubernur berharap para siswa yang mengikuti kegiatan tersebut kelak menjadi generasi penerus yang mampu memimpin dan membangun Lampung di masa depan.

“Saya berharap dari ruangan ini akan lahir pemimpin-pemimpin masa depan Lampung, pengusaha besar, akademisi, hingga tokoh-tokoh yang membawa kemajuan bagi daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Baznas Provinsi Lampung Iskandar Zulkarnain mengatakan kegiatan pesantren kilat dan iktikaf tersebut merupakan bagian dari program pembinaan generasi muda sekaligus wujud syukur atas berbagai nikmat yang diberikan Allah SWT.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi sarana bagi pelajar untuk mempelajari adab dan memperdalam pemahaman agama, termasuk tata cara beribadah dan etika dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kesempatan itu, Baznas Provinsi Lampung juga menyalurkan santunan kepada 100 siswa SMA dan SMK di Kota Bandar Lampung. Santunan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Lampung kepada para penerima manfaat.

Selain itu, Baznas juga mendorong penguatan program Gerakan Infak Pendidikan di sekolah-sekolah. Melalui program tersebut, dana infak yang dihimpun dari siswa akan dikembalikan kepada sekolah untuk membantu pelajar yang membutuhkan.

Ke depan, Baznas berencana menggelar pertemuan rutin Rohani Islam (Rohis) se-Bandar Lampung di Islamic Center sebagai bagian dari pembinaan karakter dan spiritual pelajar.

Melalui kegiatan pesantren kilat dan iktikaf ini, Pemerintah Provinsi Lampung berharap generasi muda tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki akhlak dan karakter yang kuat. Dengan demikian, pembangunan daerah dapat berjalan seiring dengan terciptanya masyarakat Lampung yang religius, berdaya saing, dan berakhlak mulia.

TP. PKK Provinsi Lampung Bersama DWP Bagikan 500 Paket Takjil di Hari Terakhir Kegiatan Ramadan Berbagi

Bandar Lampung — Kegiatan berbagi takjil Ramadan 1447 Hijriah yang digelar Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Lampung resmi berakhir pada Jumat (13/03/2026). Pembagian takjil dilaksanakan di halaman Mahan Agung, Jalan Dokter Susilo, Bandar Lampung.

Kegiatan sosial ini telah berlangsung selama 18 hari, sejak 24 Februari hingga 13 Maret 2026, dengan melibatkan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung secara bergiliran.

Pada hari terakhir pelaksanaan, lebih dari 500 paket takjil dibagikan kepada masyarakat yang melintas menjelang waktu berbuka puasa. Selain itu, juga disiapkan tambahan susu dan snack khusus untuk anak-anak.

Kegiatan hari terakhir melibatkan Dharma Wanita Persatuan Sekretariat DPRD Provinsi Lampung, Dharma Wanita Persatuan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung, serta Dharma Wanita Persatuan Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Provinsi Lampung. Pembagian takjil juga turut didukung oleh Mobil Sedekah Cinta dari Majelis Ta’lim Babussalam Al-Ikhlas.

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian bersama dari seluruh OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung kepada masyarakat.

“Pada sore hari ini alhamdulillah kami di Provinsi Lampung bersama dengan ibu-ibu Dharma Wanita di dinas masing-masing berkesempatan membagikan takjil untuk berbuka puasa kepada masyarakat sekitar,” ujarnya.

Ia menambahkan, sejak awal kegiatan seluruh OPD mendapatkan kesempatan untuk terlibat secara bergiliran dalam pembagian takjil gratis kepada masyarakat.

“Ini merupakan hari terakhir kegiatan. Sejak awal seluruh OPD berkesempatan untuk memberikan takjil gratis untuk masyarakat setiap sore,” lanjutnya.

Melalui kegiatan ini, TP PKK dan DWP Provinsi Lampung berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, tidak hanya pada bulan Ramadan tetapi juga dalam berbagai kesempatan lainnya.

Pemprov Lampung Berikan Santunan dan Dukungan Moral bagi Keluarga Korban Kebakaran Terra Drone

Bandar Lampung — Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Sosial Provinsi Lampung memberikan santunan kepada ahli waris korban kebakaran di gedung Terra Drone, Kemayoran, Jakarta Pusat. Penyerahan santunan berlangsung di Guest House Mahan Agung, Bandar Lampung, Jumat (13/03/2026).

Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan empati Pemerintah Provinsi Lampung kepada keluarga korban yang terdampak musibah kebakaran yang terjadi pada Desember 2025 lalu.

Santunan diserahkan langsung oleh Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza didampingi oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Lampung, Agnesia Bulan Marindo, Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung Aswarodi serta Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Lampung Hanita Farial.

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung turut merasakan duka yang mendalam atas peristiwa tersebut. Ia berharap bantuan yang diberikan dapat sedikit meringankan beban keluarga korban.

“Kami menyerahkan bentuk kepedulian dari Pemerintah Provinsi Lampung berupa santunan sebesar Rp10 juta yang hari ini telah langsung ditransfer ke rekening masing-masing keluarga korban. Selain itu, kami juga memberikan bantuan kebutuhan pokok untuk membantu meringankan beban keluarga,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Batin Wulan, sapaan akrab Ketua TP PKK Provinsi Lampung juga turut menyampaikan ucapan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.

“Kami dari Pemerintah Provinsi Lampung turut berdukacita yang sedalam-dalamnya atas musibah yang menimpa almarhum dan almarhumah dalam kebakaran di gedung Terra Drone, Kemayoran, Jakarta Pusat pada Desember 2025. Semoga almarhum dan almarhumah diterima amal ibadahnya, diampuni segala kesalahannya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan keikhlasan serta kesabaran,” ucapnya.

Salah satu keluarga korban, Asmawati, ibu kandung dari Novia Nurwana, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Lampung.

“Terima kasih Bu Gubernur. Hanya Tuhan yang bisa membalas kebaikan ini. Semoga bantuan ini bermanfaat bagi kami. Bantuan ini akan kami gunakan untuk kebutuhan makan sehari-hari,” ungkapnya.

Pemerintah Provinsi Lampung berharap bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar keluarga korban sekaligus menjadi bentuk dukungan moral bagi mereka yang sedang berduka.

Pemprov Lampung dan PWI Perkuat Sinergi Melalui Silaturahmi Ramadan

Bandar Lampung — Gubernur Lampung yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra), M. Firsada, hadir dalam kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama pengurus dan anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung, bertempat dikantor PWI Bandar Lampung, Kamis (12/3/2026).

Gubernur Lampung dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra)  menyampaikan apresiasi kepada Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Lampung yang konsisten menjaga Profesionalisme serta kualitas jurnalisme di daerah.

Ia mengatakan  bahwa PWI telah menjadi rumah besar bagi para wartawan untuk terus belajar, meningkatkan kompetensi, dan menjaga marwah profesi jurnalistik.

“Melalui berbagai kegiatan seperti Uji Kompetensi Wartawan, pelatihan, diskusi, hingga pembinaan kepada wartawan muda, PWI ikut memastikan bahwa kualitas Jurnalisme di Lampung terus meningkat,” ucapnya. 

Menurutnya, saat ini informasi bergerak sangat cepat, baru beberapa menit sebuah peristiwa terjadi  sudah beredar beritanya di berbagai platform media sosial. 

“Di satu sisi ini memudahkan masyarakat mendapatkan informasi, tetapi di sisi lain juga menghadirkan tantangan besar seperti hoaks dan disinformasi,” lanjutnya.

Di tengah dinamika situasi saat ini, Gubernur menegaskan bahwa peran wartawan sangatlah penting. Wartawan menjadi garda terdepan dalam menyampaikan informasi yang benar, akurat, dan dapat dipercaya kepada masyarakat.

“Wartawan bukan hanya menyampaikan kabar, tetapi juga memastikan bahwa informasi yang sampai kepada masyarakat adalah informasi yang benar, berimbang, dan bertanggung jawab,” tegasnya.

Pemerintah Provinsi Lampung memandang media sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah. Banyak program pembangunan, potensi daerah, dan berbagai cerita baik tentang Lampung yang bisa diketahui masyarakat luas karena kerja keras para insan pers.

“Saya percaya teman-teman wartawan di Lampung, khususnya yang berhimpun dalam PWI, memiliki komitmen kuat untuk menjaga jurnalisme yang sehat dan profesional,” ungkapnya.

Diakhir, Gubernur berharap hubungan antara pemerintah daerah dan insan pers di Lampung, khususnya keluarga besar PWI Lampung, dapat terus terjalin dengan baik. 

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung, Wirahadikusumah mengatakan bahwa kegiatan ini bukan sekadar silaturahmi dan buka puasa bersama. Lebih dari itu, momen ini menjadi wadah untuk mempererat kebersamaan, memperkuat sinergi antar insan pers dan Pemerintah Provinsi Lampung, serta menyatukan energi dan semangat dalam memberikan kontribusi terbaik bagi Lampung.

Buka Musrenbang RKPD Pringsewu, Gubernur Mirza Dorong Penguatan Sektor Unggulan Daerah


Pringsewu — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Pringsewu Tahun 2027 yang digelar di Aula Kantor Bupati Pringsewu, Kamis (12/3/2026).

Kegiatan dihadiri Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas, jajaran Pemerintah Provinsi Lampung, anggota DPRD Provinsi Lampung dan DPRD Kabupaten Pringsewu, kepala perangkat daerah, akademisi, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Dalam arahannya, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menekankan pentingnya perencanaan pembangunan daerah yang berbasis pada potensi dan karakteristik wilayah sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat.

Menurutnya, daerah memiliki peran strategis sebagai fondasi pembangunan nasional menuju visi besar Indonesia Emas 2045. Oleh karena itu, pemerintah daerah perlu mendorong penguatan sektor unggulan serta hilirisasi komoditas daerah.

“Lampung memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perkebunan seperti singkong, jagung, dan komoditas lainnya. Potensi tersebut harus diolah dengan baik agar memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian daerah,” ujar Gubernur.

Ia juga mendorong perangkat daerah untuk memperkuat perencanaan pembangunan yang fokus pada program prioritas dan berdampak langsung bagi masyarakat, termasuk dalam upaya menekan angka pengangguran terbuka.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Lampung terus mendorong peningkatan konektivitas infrastruktur antarwilayah guna memperkuat jalur distribusi dan membuka pusat pertumbuhan ekonomi baru di daerah.

Sementara itu, Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas menyampaikan bahwa Musrenbang RKPD merupakan forum strategis dalam menyelaraskan program pembangunan kabupaten dengan prioritas pembangunan provinsi dan nasional.

Ia memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kabupaten Pringsewu pada tahun 2025 yang menunjukkan tren positif. Laju pertumbuhan ekonomi tercatat 5,44 persen, menempatkan Pringsewu pada posisi keempat dari 15 kabupaten/kota di Provinsi Lampung sekaligus melampaui rata-rata pertumbuhan provinsi.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Pringsewu juga terus meningkat dari 72,14 pada tahun 2021 menjadi 74,76 pada tahun 2025, sehingga menempatkan Pringsewu sebagai salah satu daerah dengan capaian IPM tertinggi di Provinsi Lampung.

Selain itu, angka kemiskinan pada tahun 2025 tercatat 7,60 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata provinsi maupun nasional. Bahkan angka kemiskinan ekstrem berhasil ditekan hingga 0,56 persen, sesuai target nasional yang berada di bawah satu persen.

Meski demikian, Bupati mengakui masih terdapat sejumlah tantangan pembangunan, salah satunya tingkat pengangguran terbuka yang pada tahun 2025 berada di angka 4,65 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata Provinsi Lampung.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Pringsewu menetapkan tema pembangunan tahun 2027 yaitu “Akselerasi Pertumbuhan Berkualitas melalui Investasi, Produktivitas dan Industri Berbasis Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia serta Kemandirian Ekonomi Lokal.”

Tema tersebut akan diwujudkan melalui tiga pilar utama, yakni peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan investasi dan ekonomi lokal, serta penguatan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan inovatif.

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Lampung atas dukungan pembangunan di Kabupaten Pringsewu, khususnya dalam pembangunan infrastruktur jalan provinsi yang pada tahun ini mendapatkan alokasi anggaran sekitar Rp35 miliar.

Sementara itu, dalam laporannya Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Pringsewu Imam Fatkuroji, menyampaikan bahwa Musrenbang menjadi forum penting untuk merumuskan arah pembangunan daerah sekaligus menghimpun masukan dari berbagai pemangku kepentingan agar program pembangunan yang disusun benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Pelaksanaan Musrenbang RKPD Tahun 2027 merupakan rangkaian dari proses perencanaan yang telah dilaksanakan sebelumnya, mulai dari konsultasi publik rancangan awal RKPD, Musrenbang tingkat kecamatan, hingga forum perangkat daerah.

Melalui Musrenbang ini diharapkan terbangun sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten dalam mewujudkan pembangunan Kabupaten Pringsewu yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan. 

Korpri Provinsi Lampung Gelar Ramadan Berbagi, Salurkan Bantuan Sembako Bagi ASN Golongan I dan II

Bandar Lampung — Pemerintah Provinsi Lampung melalui Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Provinsi Lampung menggelar kegiatan Korpri Ramadan Berbagi di Lapangan Korpri Kantor Gubernur Lampung, Rabu (11/3/2026).

Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian dan solidaritas keluarga besar Korpri dalam membantu sesama, khususnya aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat, di bulan suci Ramadan.

Gubernur Lampung yang diwakili oleh Asisten Administrasi Umum Setdaprov Lampung, Sulfakar, menyampaikan bahwa bulan Ramadan merupakan momentum yang tepat untuk memperkuat kepedulian sosial sekaligus mempererat tali persaudaraan di lingkungan Korpri.

“Melalui kegiatan Korpri Ramadan Berbagi ini, kita menunjukkan semangat kebersamaan dan gotong royong sebagai keluarga besar Korpri Provinsi Lampung. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian terhadap sesama, khususnya dalam membantu memenuhi kebutuhan pokok di bulan Ramadan,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Korpri Provinsi Lampung menyalurkan bantuan paket sembako kepada PNS golongan I serta bantuan beras kepada PNS golongan II dan PPPK golongan I dan IV yang bertugas pada perangkat daerah Provinsi Lampung maupun SMA dan SMK negeri di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung.

Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, Sulfakar menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi serta pengabdian seluruh anggota Korpri yang selama ini telah mencurahkan tenaga, pikiran, dan pengabdiannya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Ia berharap bantuan yang diberikan dapat membantu meringankan beban ekonomi ASN, terutama dalam memenuhi kebutuhan pokok selama bulan Ramadan yang penuh berkah.

“Saya berharap semangat berbagi ini dapat terus kita jaga dan kembangkan ke depannya, sehingga Korpri tidak hanya menjadi wadah bagi ASN, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan, kepedulian, dan kesejahteraan bagi seluruh anggotanya,” pungkasnya.

Kegiatan Ramadan Berbagi ini juga dirangkaikan dengan pasar murah yang bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung. Melalui pasar murah tersebut, masyarakat dan ASN dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Selain itu, digelar pula bazar UMKM yang bekerja sama dengan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Lampung sebagai upaya memberikan ruang promosi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di Provinsi Lampung.

Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan yang juga Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Lampung, Rendi Riswandi, menjelaskan bahwa kegiatan Korpri Ramadan Berbagi tidak hanya bertujuan meningkatkan kesejahteraan ASN, tetapi juga membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau, sekaligus mendukung upaya menjaga daya beli masyarakat dan salah satu upaya pengendalian inflasi menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Dalam kegiatan tersebut, Korpri Provinsi Lampung menyalurkan bantuan paket sembako senilai Rp250.000 kepada 18 orang PNS golongan I. Selain itu, bantuan beras sebanyak 5 kilogram diberikan kepada PNS golongan II serta PPPK golongan I dan IV yang berjumlah 1.083 orang. Secara keseluruhan, sebanyak 1.101 ASN menerima bantuan yang tersebar di perangkat daerah serta SMA dan SMK negeri di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung.

Kegiatan ini juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Baznas, Bulog, serta menghadirkan bazar UMKM yang diikuti oleh 62 pelaku usaha lokal.

Pada kesempatan tersebut, Sulfakar secara simbolis menyerahkan paket Ramadan Korpri Berbagi kepada perwakilan ASN, baik PNS maupun PPPK, didampingi para pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung.

Usai penyerahan bantuan, Sulfakar bersama jajaran pejabat meninjau langsung stan pasar murah yang menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, antara lain beras kemasan 5 kilogram seharga Rp55.000, gula pasir Rp15.000 per kilogram, minyak goreng Minyakita kemasan 2 liter seharga Rp30.000, tepung terigu Rp8.000 per kilogram, serta telur ayam Rp25.000 per kilogram.

Selain itu, terdapat pula sejumlah stan lainnya, seperti stan Baznas yang menyediakan daging, serta berbagai produk makanan dan kerajinan dari pelaku UMKM lokal.

Melalui kegiatan Korpri Ramadan Berbagi ini, Pemerintah Provinsi Lampung berharap semangat kebersamaan dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh di lingkungan ASN, sekaligus mendukung stabilitas ekonomi masyarakat selama bulan Ramadan hingga menjelang Idulfitri.

Wagub Jihan Apresiasi BSI, Program Lampung Berhaji Perkuat Literasi Keuangan Syariah

Bandar Lampung — Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela membuka kegiatan Lampung Berhaji yang diselenggarakan oleh Bank Syariah Indonesia (BSI) bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Lampung di Masjid Al-Bakrie, Bandar Lampung, Rabu (11/3/2026).

Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan literasi keuangan syariah sekaligus mempermudah masyarakat merencanakan ibadah haji sejak dini melalui berbagai fasilitas tabungan haji.

Dalam sambutannya, Wagub Jihan Nurlela menyampaikan apresiasi kepada BSI yang selama ini menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam memperluas akses layanan keuangan syariah di Lampung.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada keluarga besar BSI yang senantiasa berkomitmen dalam pengembangan akses inklusi keuangan syariah di Provinsi Lampung,” ujar Wagub.

Menurut Wagub, berbagai program BSI, termasuk layanan pembiayaan untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta tabungan haji, telah membantu menjawab kebutuhan masyarakat Lampung.

Wagub Jihan juga menyoroti tingginya minat masyarakat Lampung untuk menunaikan ibadah haji. Tingginya animo tersebut tercermin dari lamanya waktu tunggu keberangkatan yang kini mencapai puluhan tahun.

Wagub berharap program seperti Lampung Berhaji dapat menjadi solusi bagi masyarakat untuk mempersiapkan biaya perjalanan ibadah haji secara bertahap.

“Perjalanan menuju Baitullah dimulai dari niat, diperkuat dengan ikhtiar, dan diwujudkan melalui perencanaan yang baik,” ucapnya.

Sementara itu, Regional CEO BSI Region 3 Palembang Ari Yusnairi Muslim mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya BSI mendorong masyarakat merencanakan ibadah haji sejak dini.

Menurut Ari, secara nasional jumlah daftar tunggu calon jemaah haji di Indonesia telah mencapai sekitar 5,4 juta orang, dengan rata-rata waktu tunggu sekitar 26 tahun di berbagai daerah.

Karena itu, BSI menghadirkan layanan tabungan haji sebagai sarana bagi masyarakat untuk mulai menyiapkan biaya ibadah tersebut sejak awal.

“BSI tidak hanya menjadi sahabat finansial, tetapi juga sahabat spiritual bagi masyarakat dalam merencanakan ibadah, termasuk haji dan umrah,” ujar Ari.

Ia menambahkan, tingginya religiusitas masyarakat Lampung menjadi potensi besar dalam pengembangan layanan keuangan syariah, terutama yang berkaitan dengan perencanaan ibadah.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan simbolis BSI Hasanah Card dari Ari Yusnairi Muslim kepada Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela.

Acara yang dihadiri ratusan peserta itu turut diisi dengan tausiyah agama oleh penceramah Ustaz Dery Sulaiman serta dihadiri unsur Forkopimda, perwakilan Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, serta sejumlah pimpinan perguruan tinggi.

Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga keuangan syariah, program seperti Lampung Berhaji diharapkan dapat membantu masyarakat merencanakan ibadah haji dengan lebih terstruktur, sekaligus memperluas literasi keuangan syariah di Lampung. Dengan perencanaan yang baik, semakin banyak warga Lampung diharapkan dapat mewujudkan impian menunaikan rukun Islam kelima dan membawa keberkahan bagi keluarga serta daerah.