Pemprov Lampung Apresiasi Kapolri – Menhub dan Stakeholder, Arus Mudik – Balik Lancar Terkendali, Angka Kecelakaan di Lampung Menurun

Lampung Selatan — Pemerintah Provinsi Lampung sangat mengapresiasi Kunjungan
Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Listyo Sigit Prabowo bersama Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi saat meninjau secara langsung perkembangan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) pada arus balik Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah/2026 di Pelabuhan Bakauheni, Sabtu (28/3/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Kapolri bersama Menhub RI, didampingi Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama unsur Forkopimda dan jajaran terkait. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kelancaran arus balik serta kesiapan personel dalam menjaga keamanan, keselamatan, dan kenyamanan masyarakat.

Dalam konferensi pers, Kapolri menyampaikan bahwa secara umum puncak arus balik Lebaran 2026 telah terlewati dengan baik. Berdasarkan data, jumlah kendaraan yang keluar dari wilayah Jakarta tercatat mencapai 2.946.891 unit atau meningkat 20,49 persen dibandingkan kondisi normal dan naik 1,82 persen dibandingkan Lebaran 2025.

Sementara itu, kendaraan yang telah kembali masuk ke Jakarta mencapai 2.561.629 unit, sehingga tersisa sekitar 13,7 persen kendaraan yang masih dalam perjalanan arus balik.

“Artinya secara umum kita melihat bahwa puncak arus balik sudah kita lewati, dan tinggal sebagian kecil yang masih bergerak. Mudah-mudahan seluruh masyarakat dapat kembali ke rumah dengan selamat,” ujar Kapolri.

Kapolri juga mengungkapkan peningkatan pada berbagai moda transportasi. Untuk moda kereta api tercatat sebanyak 3.047.676 penumpang atau naik 7,84 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Moda transportasi udara meningkat 6,27 persen dengan jumlah sekitar 4,12 juta penumpang, sementara transportasi darat naik 13,3 persen dan moda lainnya meningkat 13,89 persen.

Dari sisi keselamatan, Kapolri menegaskan terjadi penurunan angka kecelakaan lalu lintas sebesar 7,8 persen dibandingkan tahun lalu. Bahkan, angka fatalitas korban meninggal dunia juga menurun signifikan dari 377 menjadi 265 jiwa.

“Ini menunjukkan kerja keras seluruh pihak dan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas,” tambahnya.

Khusus di Pelabuhan Bakauheni, Kapolri menyebut seluruh skema rekayasa lalu lintas dan sistem pelayanan berjalan optimal. Situasi arus balik di pelabuhan terpantau dalam kondisi normal atau kategori hijau, berkat pengelolaan yang baik mulai dari sistem tiket hingga pengaturan antrean kendaraan.

Sementara itu, Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan mudik dan arus balik Lebaran 2026.

“Terima kasih kepada Polri, TNI, pemerintah daerah, dan seluruh stakeholder yang telah bekerja keras. Hingga hari ini, pelaksanaan mudik dan arus balik berjalan dengan baik,” ujarnya.

Menhub menambahkan bahwa meskipun masih terdapat sekitar 30 persen pergerakan arus balik, seluruh skenario pengendalian telah dipersiapkan secara matang.

Sementara itu, berdasarkan data Ditlantas Polda Lampung per tanggal 13 Maret-25 Maret 2026 angka laka lantas di wilayah Lampung mengalami penurunan sebesar 16 persen dibandingkan tahun 2025.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengapresiasi perhatian dan langkah strategis Kapolri dan kemenhub serta seluruh jajaran Forkopimda dan instansi terkait dalam memastikan situasi kamtibmas tetap kondusif di wilayah Lampung, khususnya di pintu gerbang utama Pulau Sumatra tersebut.

Apresiasi juga disampaikan kepada seluruh masyarakat Lampung yang telah berperan aktif menjaga ketertiban, mematuhi aturan lalu lintas, serta mendukung kebijakan pengamanan selama arus mudik dan balik.

“Kolaborasi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat inilah yang menjadi kunci. Dari kelancaran mudik dan balik, kita belajar membangun disiplin kolektif, rasa aman, dan saling percaya, sebagai pondasi peradaban yang baik menuju Indonesia Emas,” demikian disampaikan Gubernur lampung.

Pelabuhan Bakauheni memiliki peran vital dalam mendukung mobilitas masyarakat selama periode mudik dan arus balik Lebaran. Oleh karena itu, koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama keberhasilan pengelolaan arus transportasi. Pemerintah Provinsi Lampung bersama seluruh pihak terkait terus bersinergi untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal.

Dalam peninjauan tersebut, Kapolri bersama Menhub beserta Gubernur dan seluruh jajaran Forkopimda juga mengecek sejumlah fasilitas pendukung, seperti pos pelayanan terpadu, area antrean kendaraan, serta sistem pengaturan lalu lintas di kawasan pelabuhan. Selain itu, dilakukan dialog dengan para pemudik dan petugas di lapangan guna memastikan kesiapan operasional dan respons cepat terhadap potensi gangguan.

Keberhasilan pengelolaan arus mudik dan balik tahun ini menunjukkan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, daerah, TNI-Polri, serta seluruh stakeholder terkait. Dengan sistem yang semakin baik dan kesiapan yang matang, arus mobilitas masyarakat dari dan menuju Lampung dapat berlangsung aman, lancar, dan terkendali.

Gubernur Mirza Dukung Penuh Pengamanan Arus Balik di Gerbang Sumatra, Situasi Tetap Terkendali

Lampung Selatan — Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Listyo Sigit Prabowo bersama Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi meninjau langsung perkembangan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) pada arus balik Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah/2026 di Pelabuhan Bakauheni, Sabtu (28/3/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Kapolri bersama Menhub RI, didampingi Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama unsur Forkopimda dan jajaran terkait. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kelancaran arus balik serta kesiapan personel dalam menjaga keamanan, keselamatan, dan kenyamanan masyarakat.

Dalam konferensi pers, Kapolri menyampaikan bahwa secara umum puncak arus balik Lebaran 2026 telah terlewati dengan baik. Berdasarkan data, jumlah kendaraan yang keluar dari wilayah Jakarta tercatat mencapai 2.946.891 unit atau meningkat 20,49 persen dibandingkan kondisi normal dan naik 1,82 persen dibandingkan Lebaran 2025.

Sementara itu, kendaraan yang telah kembali masuk ke Jakarta mencapai 2.561.629 unit, sehingga tersisa sekitar 13,7 persen kendaraan yang masih dalam perjalanan arus balik.

“Artinya secara umum kita melihat bahwa puncak arus balik sudah kita lewati, dan tinggal sebagian kecil yang masih bergerak. Mudah-mudahan seluruh masyarakat dapat kembali ke rumah dengan selamat,” ujar Kapolri.

Kapolri juga mengungkapkan peningkatan pada berbagai moda transportasi. Untuk moda kereta api tercatat sebanyak 3.047.676 penumpang atau naik 7,84 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Moda transportasi udara meningkat 6,27 persen dengan jumlah sekitar 4,12 juta penumpang, sementara transportasi darat naik 13,3 persen dan moda lainnya meningkat 13,89 persen.

Dari sisi keselamatan, Kapolri menegaskan terjadi penurunan angka kecelakaan lalu lintas sebesar 7,8 persen dibandingkan tahun lalu. Bahkan, angka fatalitas korban meninggal dunia juga menurun signifikan dari 377 menjadi 265 jiwa.

“Ini menunjukkan kerja keras seluruh pihak dan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas,” tambahnya.

Khusus di Pelabuhan Bakauheni, Kapolri menyebut seluruh skema rekayasa lalu lintas dan sistem pelayanan berjalan optimal. Situasi arus balik di pelabuhan terpantau dalam kondisi normal atau kategori hijau, berkat pengelolaan yang baik mulai dari sistem tiket hingga pengaturan antrean kendaraan.

Sementara itu, Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan mudik dan arus balik Lebaran 2026.

“Terima kasih kepada Polri, TNI, pemerintah daerah, dan seluruh stakeholder yang telah bekerja keras. Hingga hari ini, pelaksanaan mudik dan arus balik berjalan dengan baik,” ujarnya.

Menhub menambahkan bahwa meskipun masih terdapat sekitar 30 persen pergerakan arus balik, seluruh skenario pengendalian telah dipersiapkan secara matang.

Khusus untuk lintasan Ketapang–Gilimanuk, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah strategis seperti buffer zone, penambahan kapal, serta pengaturan sistem operasional untuk mengurai kepadatan.

Selain itu, Kementerian Perhubungan juga akan melakukan evaluasi bersama Kementerian Pekerjaan Umum terkait akses keluar-masuk jalan tol guna mengantisipasi potensi kemacetan akibat lonjakan volume kendaraan.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal turut mengapresiasi perhatian dan langkah strategis Kapolri dalam memastikan situasi kamtibmas tetap kondusif di wilayah Lampung, khususnya di pintu gerbang utama Pulau Sumatra tersebut.

Pelabuhan Bakauheni memiliki peran vital dalam mendukung mobilitas masyarakat selama periode mudik dan arus balik Lebaran. Oleh karena itu, koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama keberhasilan pengelolaan arus transportasi.

Pemerintah Provinsi Lampung bersama seluruh pihak terkait terus bersinergi untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal.

Dalam peninjauan tersebut, Kapolri bersama Menhub beserta Gubernur dan seluruh jajaran Forkopimda juga mengecek sejumlah fasilitas pendukung, seperti pos pelayanan terpadu, area antrean kendaraan, serta sistem pengaturan lalu lintas di kawasan pelabuhan. Selain itu, dilakukan dialog dengan para pemudik dan petugas di lapangan guna memastikan kesiapan operasional dan respons cepat terhadap potensi gangguan.

Keberhasilan pengelolaan arus mudik dan balik tahun ini menunjukkan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, daerah, TNI-Polri, serta seluruh stakeholder terkait. Dengan sistem yang semakin baik dan kesiapan yang matang, arus mobilitas masyarakat dari dan menuju Lampung dapat berlangsung aman, lancar, dan terkendali.

Pemerintah Bangun Pembatas 138 Km di Way Kambas, Solusi Permanen Konflik Gajah dan Manusia

Lampung Timur— Pemerintah pusat memastikan pembangunan pagar pembatas sepanjang 138 kilometer di kawasan Taman Nasional Way Kambas sebagai langkah konkret mengakhiri konflik antara manusia dan satwa liar yang telah berlangsung puluhan tahun.

Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, mengungkapkan bahwa usulan awal pembangunan pembatas sebenarnya hanya sepanjang 11 kilometer, yang diajukan oleh Pemerintah Daerah dan masyarakat pada November 2025. Namun setelah dikaji secara menyeluruh, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menilai panjang tersebut tidak akan cukup menyelesaikan persoalan yang sudah berlangsung lama.

“Kalau hanya 11 kilometer, konflik tidak akan selesai. Ini masalah yang sudah terjadi selama 43 tahun, menimbulkan korban jiwa, merusak lahan pertanian, dan menghambat pertumbuhan ekonomi desa,” ujar Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni disela-sela acara Forum Rembuk Taman Nasional Way Kambas, Kamis (26/3/2026).

Atas dasar itu, Presiden memutuskan pembangunan pembatas diperluas menjadi sekitar 138 kilometer sebagai solusi permanen. Pembangunan ini menjadi titik balik penanganan konflik yang selama ini membayangi masyarakat di sekitar kawasan konservasi.

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menegaskan bahwa usulan pembangunan pembatas tersebut berawal dari aspirasi daerah yang disampaikan kepada pemerintah pusat pada November 2025.

“Awalnya kami hanya mengusulkan sekitar 11 kilometer. Namun Presiden melihat itu tidak akan menyelesaikan masalah. Konflik ini sudah berlangsung selama 43 tahun, menimbulkan korban dan menghambat pertumbuhan ekonomi desa-desa sekitar, sehingga harus diselesaikan secara menyeluruh,” ujarnya.

Menurut Gubernur, keputusan Presiden untuk membangun pembatas sepanjang 138 kilometer menjadi bukti kuat komitmen pemerintah pusat dalam menyelesaikan konflik yang telah berkepanjangan.

“Alhamdulillah, atas perhatian dan komitmen Bapak Presiden, pembangunan diperluas menjadi 138 kilometer. Ini menjadi solusi nyata bagi konflik yang selama ini terjadi,” tambahnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas perhatian khusus yang diberikan pemerintah pusat kepada Lampung, khususnya di kawasan Taman Nasional Way Kambas yang menjadi salah satu prioritas dari puluhan taman nasional di Indonesia.

Lebih lanjut, Gubernur menjelaskan bahwa pembangunan pembatas ini akan berdampak langsung terhadap peningkatan ekonomi masyarakat desa penyangga. Selama ini, aktivitas pertanian seperti singkong, padi, dan jagung tidak dapat berjalan optimal akibat konflik dengan satwa liar.

“Dengan adanya pembatas ini, masyarakat bisa kembali memaksimalkan lahan mereka. Bahkan ke depan bisa dikembangkan komoditas baru seperti madu, serai, dan lainnya yang terintegrasi dengan program pemerintah,” jelasnya.

Ia menambahkan, pengembangan desa penyangga juga akan diintegrasikan dengan program pembangunan desa, sehingga tidak hanya menyelesaikan konflik, tetapi juga mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Konflik antara gajah dan manusia tidak hanya menyebabkan kerusakan lahan pertanian, tetapi juga menimbulkan korban di kedua belah pihak. Dengan dimulainya pembangunan pembatas ini, pemerintah berharap masyarakat dan satwa liar dapat hidup berdampingan secara aman dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan dialog bersama Menteri Kehutanan RI, beberapa Kepala Desa penyangga Taman Nasional Way Kambas (TNWK) menjelaskan bahwa konflik satwa liar gajah dengan warga sekitar TNWK telah berlangsung selama 43 tahun sejak tahun 1983, sehingga penyelesaian konflik pada hari ini menjadi momentum penting dimulainya upaya konkret penyelesaian konflik antara Gajah dan Manusia.

Selain sebagai solusi konflik, pembangunan ini juga membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat di desa penyangga. Sedikitnya 27 desa akan menjadi fokus pengembangan, termasuk optimalisasi lahan pertanian serta pengembangan komoditas baru berbasis kehutanan.

Dari sisi teknis, pembangunan pembatas menggunakan konstruksi baja dengan kombinasi pipa berdiameter besar serta sistem penahan gaya yang dirancang untuk menghadapi tekanan gajah. Struktur ini telah melalui uji kekuatan sehingga diharapkan mampu menjadi solusi efektif dalam jangka panjang.

Pemerintah menargetkan pembangunan dapat diselesaikan dalam waktu 3 hingga 4 bulan, sekaligus memastikan desain yang digunakan tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.

Lebih jauh, program ini juga akan dikombinasikan dengan skema pendanaan campuran (blended finance), melibatkan pemerintah, sektor swasta, hingga lembaga non-pemerintah. Langkah ini bertujuan membuka lapangan kerja baru, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta memastikan masyarakat sekitar ikut merasakan manfaat langsung.

Ke depan, kawasan pembatas bahkan berpotensi dikembangkan sebagai jalur budidaya madu dan wisata berbasis masyarakat, yang dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi warga.

Pemerintah menegaskan bahwa tujuan utama dari program ini adalah menciptakan keseimbangan antara pelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Dengan hutan yang tetap terjaga dan masyarakat yang semakin sejahtera, Taman Nasional Way Kambas diharapkan menjadi contoh keberhasilan pengelolaan konservasi di Indonesia.

Lampung Kondusif Saat Malam Takbiran, Gubernur dan Forkopimda Lakukan Pemantauan Langsung

Bandar Lampung —- Gubernur Rahmat Mirzani Djausal bersama Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf dan jajaran Forkopimda Provinsi Lampung melakukan pemantauan situasi keamanan malam takbiran Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Jumat (20/3/2026).

​Kegiatan diawali dengan mengikuti koordinasi melalui video conference bersama Kapolri, Panglima TNI, dan Menteri Perhubungan di Polresta Bandar Lampung, kemudian dilanjutkan dengan peninjauan di Masjid Raya Al-Bakrie.

​Dalam keterangannya usai pemantauan, Kapolda Lampung menyampaikan bahwa jajaran Kepolisian Daerah Lampung telah menyiagakan kekuatan penuh untuk menjamin kekhusyukan ibadah masyarakat.

“Polda Lampung menyiapkan 57 pos keamanan. Pos pengamanan ada 57, 20 itu pos pelayanan, dan 1 pos terpadu yang tersebar di seluruh wilayah Provinsi Lampung,” ujarnya.

​Guna mengamankan jalannya malam takbiran, sebanyak 3.900 personel gabungan dari unsur Polri, TNI, serta instansi terkait di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota telah disiagakan di titik-titik strategis.

​Terkait mobilitas masyarakat, Kapolda mengungkapkan adanya peningkatan arus kendaraan yang cukup signifikan dari Pelabuhan Merak menuju Bakauheni. Berdasarkan data monitor, arus kedatangan yang semula berada di angka 5.000 pada 13 Maret, sempat menyentuh puncaknya di angka 51.000 kendaraan sebelum akhirnya melandai ke angka 24.000 pada hari ini.

​Meski terjadi lonjakan arus mudik, situasi Kamtibmas di Provinsi Lampung terpantau sangat kondusif. Kapolda menegaskan bahwa hingga saat ini belum ditemukan adanya kejadian menonjol.

“Alhamdulillah semua berjalan lancar dan kita pastikan alhamdulillah sampai dengan hari ini sejak tanggal operasi dilaksanakan di tanggal 13, kecelakaan lalu lintas nol, dan tindak pidana pencurian dengan kekerasan, begal, nol,” tegasnya.

​Pemerintah Provinsi Lampung bersama Forkopimda juga mengimbau kepada seluruh masyarakat yang sedang melaksanakan perjalanan mudik maupun liburan untuk tetap mengutamakan keselamatan berkendara. Kerja sama antara masyarakat dan petugas keamanan diharapkan terus terjalin hingga berakhirnya Operasi Ketupat pada 29 Maret mendatang.

​”Mudah-mudahan sampai dengan di tanggal 29 selesainya operasi, seluruh rangkaian kegiatan ibadah masyarakat yang dilaksanakan di wilayah Lampung berjalan dengan tertib, aman, dan terkendali,” tutup Kapolda.

​Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut, Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, serta Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana.

Pemprov Lampung Perkuat Dukungan bagi Pasien Kanker

Bandar Lampung — Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, yang juga menjabat sebagai Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Koordinator Provinsi Lampung, menghadiri kegiatan bakti sosial bertajuk “Menebar Kebaikan di Bulan Ramadan 1447 H/2026” di Ruang Onkologi Radiasi (Radioterapi) RSUD Dr. H. Abdul Moeloek, Selasa (17/3/2026).

Kegiatan yang digelar bersama Yayasan Kanker Indonesia Provinsi Lampung tersebut bertujuan memberikan dukungan moral, perhatian, serta tali asih kepada para pasien kanker yang tengah menjalani pengobatan radioterapi.

Dalam sambutannya, Jihan menyampaikan salam dan doa dari Gubernur Lampung kepada para pasien yang sedang berjuang melawan kanker. Ia berharap para pasien senantiasa diberikan kekuatan, kesabaran, serta kesembuhan.

“Pak Gubernur menitipkan salam dan doa bagi seluruh masyarakat yang saat ini sedang berikhtiar menjalani pengobatan kanker. Semoga Bapak dan Ibu diberikan kesembuhan oleh Allah SWT,” ujar Jihan.

Menurutnya, bulan Ramadan merupakan momentum yang tepat untuk memperkuat kepedulian sosial dan menebar kebaikan kepada sesama, khususnya bagi para pejuang kanker yang tengah menjalani proses pengobatan.

Ia menegaskan, peran Yayasan Kanker Indonesia tidak hanya mendampingi proses pengobatan, tetapi juga memberikan motivasi dan dukungan psikologis agar pasien tetap semangat menjalani terapi.

“Selain mendampingi proses pengobatan, tugas kami adalah memberikan perhatian dan motivasi agar para pejuang kanker tetap kuat dan optimistis,” katanya.

Jihan juga mengingatkan masyarakat agar bijak dalam menerima informasi kesehatan yang beredar di media sosial. Ia menekankan pentingnya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan profesional guna menghindari kesalahan dalam pengobatan.

“Kami memahami keinginan pasien untuk sembuh dengan berbagai cara. Namun, setiap informasi kesehatan yang beredar di media sosial perlu dikonsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan agar tidak menimbulkan kesalahan dalam pengobatan,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Jihan turut mengapresiasi pengurus Yayasan Kanker Indonesia Provinsi Lampung yang selama ini aktif meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit kanker serta mendampingi pasien dengan penuh kepedulian.

Pemerintah Provinsi Lampung, lanjutnya, terus berupaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan, termasuk bagi pasien kanker. Ia juga memberikan apresiasi kepada jajaran RSUD Dr. H. Abdul Moeloek yang konsisten memberikan pelayanan terbaik.

“Ke depan, pelayanan kanker di RSUD Abdul Moeloek akan terus ditingkatkan, termasuk pengembangan layanan kedokteran nuklir serta peningkatan fasilitas radioterapi guna mengurangi antrean pasien,” tutupnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Dr. H. Abdul Moeloek, dr. Imam Al Ghozali, Sp.An., K.M.N., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan bakti sosial ini memberikan dukungan moral yang sangat berarti bagi pasien.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena mampu memberikan semangat dan dukungan bagi para pasien yang sedang menjalani terapi,” katanya.

Ia menjelaskan, layanan radioterapi di RSUD Abdul Moeloek tetap berjalan secara berkelanjutan, termasuk saat masa libur panjang, mengingat perannya yang sangat penting dalam pengobatan kanker.

RSUD Abdul Moeloek juga terus mengembangkan layanan kanker secara komprehensif, mulai dari kemoterapi, operasi onkologi, hingga radioterapi. Sepanjang 2025, tercatat 227 pasien baru radioterapi dengan lebih dari 16.608 tindakan radiasi eksternal, serta ratusan tindakan brachytherapy dan prosedur lainnya.

Selain itu, layanan kemoterapi dewasa telah melayani lebih dari 1.600 pasien. Ke depan, rumah sakit ini juga tengah mempersiapkan pengembangan layanan kedokteran nuklir guna meningkatkan kualitas pelayanan kanker di Provinsi Lampung.

“Kami terus berupaya meningkatkan pelayanan agar masyarakat Lampung dapat memperoleh pengobatan kanker yang optimal tanpa harus dirujuk ke luar daerah,” jelasnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bingkisan tali asih kepada pasien dan keluarga oleh Wakil Gubernur Jihan Nurlela, didampingi Direktur RSUD Abdul Moeloek dan jajaran pengurus Yayasan Kanker Indonesia.

Pada kesempatan itu, Jihan juga menyapa para pasien serta meninjau sejumlah fasilitas layanan, antara lain instalasi Onkologi Terpadu untuk radioterapi, brachytherapy, kemoterapi, dan kedokteran nuklir, serta ruang rawat inap hematologi dan onkologi anak.

Melalui kegiatan bakti sosial Ramadan ini, diharapkan semangat berbagi dan kepedulian terhadap para pejuang kanker terus tumbuh di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan masyarakat Lampung yang lebih sehat, peduli, dan tangguh.
(Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).

Pemprov Lampung Perkuat Dukungan bagi Pasien Kanker

Bandar Lampung — Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, yang juga menjabat sebagai Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Koordinator Provinsi Lampung, menghadiri kegiatan bakti sosial bertajuk “Menebar Kebaikan di Bulan Ramadan 1447 H/2026” di Ruang Onkologi Radiasi (Radioterapi) RSUD Dr. H. Abdul Moeloek, Selasa (17/3/2026).

Kegiatan yang digelar bersama Yayasan Kanker Indonesia Provinsi Lampung tersebut bertujuan memberikan dukungan moral, perhatian, serta tali asih kepada para pasien kanker yang tengah menjalani pengobatan radioterapi.

Dalam sambutannya, Jihan menyampaikan salam dan doa dari Gubernur Lampung kepada para pasien yang sedang berjuang melawan kanker. Ia berharap para pasien senantiasa diberikan kekuatan, kesabaran, serta kesembuhan.

“Pak Gubernur menitipkan salam dan doa bagi seluruh masyarakat yang saat ini sedang berikhtiar menjalani pengobatan kanker. Semoga Bapak dan Ibu diberikan kesembuhan oleh Allah SWT,” ujar Jihan.

Menurutnya, bulan Ramadan merupakan momentum yang tepat untuk memperkuat kepedulian sosial dan menebar kebaikan kepada sesama, khususnya bagi para pejuang kanker yang tengah menjalani proses pengobatan.

Ia menegaskan, peran Yayasan Kanker Indonesia tidak hanya mendampingi proses pengobatan, tetapi juga memberikan motivasi dan dukungan psikologis agar pasien tetap semangat menjalani terapi.

“Selain mendampingi proses pengobatan, tugas kami adalah memberikan perhatian dan motivasi agar para pejuang kanker tetap kuat dan optimistis,” katanya.

Jihan juga mengingatkan masyarakat agar bijak dalam menerima informasi kesehatan yang beredar di media sosial. Ia menekankan pentingnya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan profesional guna menghindari kesalahan dalam pengobatan.

“Kami memahami keinginan pasien untuk sembuh dengan berbagai cara. Namun, setiap informasi kesehatan yang beredar di media sosial perlu dikonsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan agar tidak menimbulkan kesalahan dalam pengobatan,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Jihan turut mengapresiasi pengurus Yayasan Kanker Indonesia Provinsi Lampung yang selama ini aktif meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit kanker serta mendampingi pasien dengan penuh kepedulian.

Pemerintah Provinsi Lampung, lanjutnya, terus berupaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan, termasuk bagi pasien kanker. Ia juga memberikan apresiasi kepada jajaran RSUD Dr. H. Abdul Moeloek yang konsisten memberikan pelayanan terbaik.

“Ke depan, pelayanan kanker di RSUD Abdul Moeloek akan terus ditingkatkan, termasuk pengembangan layanan kedokteran nuklir serta peningkatan fasilitas radioterapi guna mengurangi antrean pasien,” tutupnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Dr. H. Abdul Moeloek, dr. Imam Al Ghozali, Sp.An., K.M.N., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan bakti sosial ini memberikan dukungan moral yang sangat berarti bagi pasien.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena mampu memberikan semangat dan dukungan bagi para pasien yang sedang menjalani terapi,” katanya.

Ia menjelaskan, layanan radioterapi di RSUD Abdul Moeloek tetap berjalan secara berkelanjutan, termasuk saat masa libur panjang, mengingat perannya yang sangat penting dalam pengobatan kanker.

RSUD Abdul Moeloek juga terus mengembangkan layanan kanker secara komprehensif, mulai dari kemoterapi, operasi onkologi, hingga radioterapi. Sepanjang 2025, tercatat 227 pasien baru radioterapi dengan lebih dari 16.608 tindakan radiasi eksternal, serta ratusan tindakan brachytherapy dan prosedur lainnya.

Selain itu, layanan kemoterapi dewasa telah melayani lebih dari 1.600 pasien. Ke depan, rumah sakit ini juga tengah mempersiapkan pengembangan layanan kedokteran nuklir guna meningkatkan kualitas pelayanan kanker di Provinsi Lampung.

“Kami terus berupaya meningkatkan pelayanan agar masyarakat Lampung dapat memperoleh pengobatan kanker yang optimal tanpa harus dirujuk ke luar daerah,” jelasnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bingkisan tali asih kepada pasien dan keluarga oleh Wakil Gubernur Jihan Nurlela, didampingi Direktur RSUD Abdul Moeloek dan jajaran pengurus Yayasan Kanker Indonesia.

Pada kesempatan itu, Jihan juga menyapa para pasien serta meninjau sejumlah fasilitas layanan, antara lain instalasi Onkologi Terpadu untuk radioterapi, brachytherapy, kemoterapi, dan kedokteran nuklir, serta ruang rawat inap hematologi dan onkologi anak.

Melalui kegiatan bakti sosial Ramadan ini, diharapkan semangat berbagi dan kepedulian terhadap para pejuang kanker terus tumbuh di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan masyarakat Lampung yang lebih sehat, peduli, dan tangguh.
(Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).

Bandar Lampung — Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, yang juga menjabat sebagai Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Koordinator Provinsi Lampung, menghadiri kegiatan bakti sosial bertajuk “Menebar Kebaikan di Bulan Ramadan 1447 H/2026” di Ruang Onkologi Radiasi (Radioterapi) RSUD Dr. H. Abdul Moeloek, Selasa (17/3/2026).

Kegiatan yang digelar bersama Yayasan Kanker Indonesia Provinsi Lampung tersebut bertujuan memberikan dukungan moral, perhatian, serta tali asih kepada para pasien kanker yang tengah menjalani pengobatan radioterapi.

Dalam sambutannya, Jihan menyampaikan salam dan doa dari Gubernur Lampung kepada para pasien yang sedang berjuang melawan kanker. Ia berharap para pasien senantiasa diberikan kekuatan, kesabaran, serta kesembuhan.

“Pak Gubernur menitipkan salam dan doa bagi seluruh masyarakat yang saat ini sedang berikhtiar menjalani pengobatan kanker. Semoga Bapak dan Ibu diberikan kesembuhan oleh Allah SWT,” ujar Jihan.

Menurutnya, bulan Ramadan merupakan momentum yang tepat untuk memperkuat kepedulian sosial dan menebar kebaikan kepada sesama, khususnya bagi para pejuang kanker yang tengah menjalani proses pengobatan.

Ia menegaskan, peran Yayasan Kanker Indonesia tidak hanya mendampingi proses pengobatan, tetapi juga memberikan motivasi dan dukungan psikologis agar pasien tetap semangat menjalani terapi.

“Selain mendampingi proses pengobatan, tugas kami adalah memberikan perhatian dan motivasi agar para pejuang kanker tetap kuat dan optimistis,” katanya.

Jihan juga mengingatkan masyarakat agar bijak dalam menerima informasi kesehatan yang beredar di media sosial. Ia menekankan pentingnya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan profesional guna menghindari kesalahan dalam pengobatan.

“Kami memahami keinginan pasien untuk sembuh dengan berbagai cara. Namun, setiap informasi kesehatan yang beredar di media sosial perlu dikonsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan agar tidak menimbulkan kesalahan dalam pengobatan,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Jihan turut mengapresiasi pengurus Yayasan Kanker Indonesia Provinsi Lampung yang selama ini aktif meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit kanker serta mendampingi pasien dengan penuh kepedulian.

Pemerintah Provinsi Lampung, lanjutnya, terus berupaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan, termasuk bagi pasien kanker. Ia juga memberikan apresiasi kepada jajaran RSUD Dr. H. Abdul Moeloek yang konsisten memberikan pelayanan terbaik.

“Ke depan, pelayanan kanker di RSUD Abdul Moeloek akan terus ditingkatkan, termasuk pengembangan layanan kedokteran nuklir serta peningkatan fasilitas radioterapi guna mengurangi antrean pasien,” tutupnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Dr. H. Abdul Moeloek, dr. Imam Al Ghozali, Sp.An., K.M.N., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan bakti sosial ini memberikan dukungan moral yang sangat berarti bagi pasien.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena mampu memberikan semangat dan dukungan bagi para pasien yang sedang menjalani terapi,” katanya.

Ia menjelaskan, layanan radioterapi di RSUD Abdul Moeloek tetap berjalan secara berkelanjutan, termasuk saat masa libur panjang, mengingat perannya yang sangat penting dalam pengobatan kanker.

RSUD Abdul Moeloek juga terus mengembangkan layanan kanker secara komprehensif, mulai dari kemoterapi, operasi onkologi, hingga radioterapi. Sepanjang 2025, tercatat 227 pasien baru radioterapi dengan lebih dari 16.608 tindakan radiasi eksternal, serta ratusan tindakan brachytherapy dan prosedur lainnya.

Selain itu, layanan kemoterapi dewasa telah melayani lebih dari 1.600 pasien. Ke depan, rumah sakit ini juga tengah mempersiapkan pengembangan layanan kedokteran nuklir guna meningkatkan kualitas pelayanan kanker di Provinsi Lampung.

“Kami terus berupaya meningkatkan pelayanan agar masyarakat Lampung dapat memperoleh pengobatan kanker yang optimal tanpa harus dirujuk ke luar daerah,” jelasnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bingkisan tali asih kepada pasien dan keluarga oleh Wakil Gubernur Jihan Nurlela, didampingi Direktur RSUD Abdul Moeloek dan jajaran pengurus Yayasan Kanker Indonesia.

Pada kesempatan itu, Jihan juga menyapa para pasien serta meninjau sejumlah fasilitas layanan, antara lain instalasi Onkologi Terpadu untuk radioterapi, brachytherapy, kemoterapi, dan kedokteran nuklir, serta ruang rawat inap hematologi dan onkologi anak.

Melalui kegiatan bakti sosial Ramadan ini, diharapkan semangat berbagi dan kepedulian terhadap para pejuang kanker terus tumbuh di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan masyarakat Lampung yang lebih sehat, peduli, dan tangguh.

Respon Cepat Pemprov Lampung dan Kabupaten/Kota, Kerusakan PJU Jalinsum Mulai Diperbaiki

Bandar Lampung — Pemerintah Provinsi Lampung bergerak cepat merespons keluhan masyarakat terkait minimnya penerangan jalan umum (PJU) di ruas Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) kawasan Bakauheni yang menjadi sorotan menjelang arus mudik Idulfitri.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal melalui Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, Bambang Sumbogo, langsung mengoordinasikan langkah cepat bersama seluruh jajaran Dinas Perhubungan kabupaten/kota untuk memberikan perhatian khusus terhadap kondisi penerangan jalan di sepanjang jalur mudik utama.

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari hasil pertemuan di Bakauheni bersama unsur Forkopimda, termasuk Kapolda dan Pangdam, yang menyoroti tingginya keluhan pemudik serta perhatian publik di media sosial terhadap kondisi Jalinsum yang gelap pada malam hari.

Sebagai respons konkret, perbaikan di lapangan langsung dilakukan. Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Lampung bersama Dinas Perhubungan Kabupaten Lampung Selatan bergerak melakukan penanganan di sejumlah titik prioritas.

Di wilayah Kalianda, BPTD Lampung telah memperbaiki empat unit PJU tenaga surya yang kini sudah kembali berfungsi. Sementara itu, Dishub Lampung Selatan melakukan pemasangan serta penataan ulang tiga titik PJU, termasuk pemindahan lampu dari lokasi lain ke titik-titik rawan.

Perbaikan difokuskan pada jalur strategis yang memiliki tingkat kerawanan tinggi, khususnya ruas Bakauheni–Kalianda, termasuk tanjakan Bakauheni yang selama ini dikenal sebagai titik rawan kecelakaan dan gangguan keamanan.

Selain itu, tim BPTD juga dijadwalkan melanjutkan pekerjaan di ruas Natar, tepatnya dari flyover Sawitan hingga Bundaran Hajimena, dengan target perbaikan enam unit PJU agar segera berfungsi optimal.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung menegaskan bahwa proses perbaikan PJU terus dilakukan secara bertahap dan intensif di berbagai titik prioritas. Ia berharap seluruh upaya tersebut dapat segera rampung sebelum puncak arus mudik.

“Perbaikan PJU terus kita laksanakan. Mudah-mudahan segera selesai dan para pemudik tidak lagi terkendala masalah penerangan di jalan,” ujar Bambang.

Lebih lanjut, Gubernur menekankan pentingnya percepatan penanganan ini sebagai bagian dari operasi kemanusiaan, guna memastikan keselamatan dan kenyamanan para pemudik yang melintasi Lampung sebagai gerbang utama Pulau Sumatera.

Selain meminimalisir risiko kecelakaan lalu lintas akibat keterbatasan visibilitas, optimalisasi penerangan jalan juga diharapkan mampu menekan potensi gangguan keamanan, termasuk tindak kejahatan di jalanan.

Seluruh Dinas Perhubungan di kabupaten/kota yang memiliki kewenangan maupun dukungan anggaran pengelolaan PJU diminta untuk segera mengambil langkah konkret selama periode mudik Lebaran.

Dengan meningkatnya mobilitas masyarakat dalam beberapa hari ke depan, Pemerintah Provinsi Lampung memastikan koordinasi lintas sektor terus diperkuat, sehingga seluruh jalur mudik, khususnya Jalinsum Bakauheni, dapat dilalui dalam kondisi aman, terang, dan nyaman.

Pemprov Lampung Perkuat Koordinasi Lintas Sektor, Pastikan Keamanan, Keselamatan dan Kelancaran Arus Mudik Idulfitri

Lampung Selatan — Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal memastikan keamanan dan kelancaran arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah di wilayah Provinsi Lampung. Upaya ini difokuskan melalui penguatan koordinasi lintas sektor dan penyiapan fasilitas penunjang bagi para pemudik.

Gubernur menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung telah menyiagakan puluhan titik layanan medis di sepanjang jalur perlintasan arus mudik tahun ini.

“Pemerintah Provinsi Lampung mendukung pelayanan kesehatan dengan mengaktifkan 74 posko kesehatan di seluruh wilayah Lampung, serta menyiapkan mini ICU di kawasan Bakauheni,” ujarnya.

Hal tersebut disampaikan Gubernur saat memantau kesiapan pengamanan arus mudik di kawasan Pelabuhan Bakauheni dan ruas Jalan Tol Trans Sumatera, Lampung Selatan, Senin (16/3/2026). Peninjauan ini turut dihadiri oleh Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi dan Kapolda Lampung Irjen Pol Helfy Assegaf.

Adapun kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya sinergi antara Pemerintah Provinsi Lampung, TNI, Polri, dan para pemangku kepentingan untuk memastikan kesiapan pengamanan arus mudik di provinsi yang menjadi jalur utama perlintasan masyarakat dari Pulau Jawa menuju Sumatera.

Dalam pemantauan tersebut, rombongan meninjau sejumlah pos pelayanan dan pengamanan Operasi Ketupat Krakatau 2026. Beberapa titik yang dikunjungi antara lain Pos Pelayanan Rest Area 49B, Pos Pelayanan Rest Area 20B, serta Pos Pelayanan Bakauheni.

Selain itu, Gubernur dan rombongan juga memeriksa fasilitas kesehatan, sarana pelayanan pemudik, hingga kesiapan personel yang bertugas selama masa arus mudik Lebaran.

Lebih jauh, Pemerintah Provinsi Lampung juga menyiapkan dukungan pelayanan bagi para pemudik. Selain posko kesehatan, Gubernur juga mengimbau pengurus masjid di sepanjang jalur mudik agar membuka masjid selama 24 jam sebagai tempat singgah bagi masyarakat yang melakukan perjalanan.

“Kami mengimbau para pemudik untuk tetap berhati-hati selama perjalanan. Jika merasa lelah, silakan beristirahat di rest area, pos pelayanan, atau tempat singgah yang tersedia. Keselamatan adalah yang utama,” ujar Gubernur.

Sementara, Kapolda Lampung Irjen Pol Helfy Assegaf mengatakan secara umum kesiapan pengamanan arus mudik di wilayah Lampung telah berjalan baik. Polda Lampung menyiapkan total 92 pos yang tersebar di sejumlah titik strategis.

“Pos tersebut terdiri dari 57 Pos Pengamanan, 17 Pos Pelayanan, 16 Posko Bencana, serta dua Pos Terpadu. Pengamanan ini didukung 4.232 personel gabungan dari Polri, TNI, dan instansi terkait,” ucap Kapolda.

Ia menambahkan, hasil pemantauan menunjukkan adanya peningkatan jumlah kendaraan yang menyeberang dari Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni dalam beberapa hari terakhir.

Pada hari pertama pemantauan tercatat sekitar 5.000 kendaraan menyeberang, kemudian meningkat menjadi 11.000 kendaraan, lalu 19.000 kendaraan, hingga mencapai sekitar 20.000 kendaraan pada hari berikutnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, operator pelabuhan menambah jumlah kapal yang beroperasi pada lintasan Merak–Bakauheni. Pada satu dermaga yang sebelumnya melayani empat kapal, kini ditambah satu kapal sehingga total menjadi lima kapal yang beroperasi dengan waktu pelayanan sekitar 45 menit untuk proses bongkar muat hingga kembali berangkat.

Melalui penguatan koordinasi lintas instansi serta penyediaan fasilitas pelayanan bagi pemudik, Pemerintah Provinsi Lampung berharap arus mudik Lebaran tahun ini dapat berlangsung tertib dan lancar. Upaya tersebut diharapkan mampu memberikan rasa aman serta kenyamanan bagi masyarakat yang melintasi Lampung menuju kampung halaman.

Pemprov Lampung Terbitkan Dua Edaran Jelang Idulfitri 1447 H: Larangan Kendaraan Dinas untuk Mudik dan Pengendalian Gratifikasi

Bandar Lampung — Pemerintah Provinsi Lampung menerbitkan dua surat edaran sebagai langkah memperkuat disiplin aparatur sekaligus mencegah praktik korupsi menjelang perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah Tahun 2026.

Kebijakan tersebut mencakup Surat Edaran tentang penggunaan kendaraan dinas operasional selama masa mudik Lebaran serta Surat Edaran mengenai pencegahan korupsi dan pengendalian gratifikasi terkait momentum hari raya.

Melalui Surat Edaran Nomor 44 Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tidak diperkenankan menggunakan kendaraan dinas operasional untuk kepentingan mudik.

Surat edaran tersebut ditujukan kepada seluruh Kepala Perangkat Daerah serta Direksi BUMD di lingkungan Pemprov Lampung sebagai pedoman penggunaan kendaraan dinas selama masa libur nasional dan cuti bersama Idulfitri 1447 Hijriah yang berlangsung pada 18 hingga 24 Maret 2026.

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, menegaskan bahwa fasilitas kendaraan dinas harus dimanfaatkan secara tepat sesuai dengan peruntukannya.

“Melalui surat edaran ini kami ingin memastikan bahwa seluruh aparatur tetap menjaga disiplin dalam penggunaan fasilitas negara. Kendaraan dinas merupakan sarana pendukung tugas pemerintahan yang penggunaannya harus sesuai dengan ketentuan dan hanya untuk kepentingan kedinasan,” ujar Marindo.

Selain pengaturan penggunaan kendaraan dinas, ASN dan pegawai BUMD yang melaksanakan perjalanan mudik juga diimbau untuk mengutamakan keselamatan selama perjalanan serta mematuhi seluruh peraturan lalu lintas guna menjaga ketertiban, kelancaran, dan keselamatan selama arus mudik maupun arus balik Lebaran.

Di sisi lain, Pemprov Lampung juga menerbitkan Surat Edaran tentang pencegahan korupsi dan pengendalian gratifikasi terkait perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah Tahun 2026. Kebijakan ini ditujukan kepada Kepala Perangkat Daerah, Direksi BUMD, serta pimpinan asosiasi, perusahaan, dan masyarakat sebagai bagian dari upaya memperkuat integritas dan mencegah praktik korupsi di lingkungan pemerintahan.

Surat edaran tersebut mengacu pada sejumlah regulasi, antara lain Undang-Undang tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Peraturan Komisi Pemberantasan Korupsi mengenai pelaporan gratifikasi, Peraturan Gubernur Lampung tentang pedoman pengendalian gratifikasi, serta Surat Edaran Komisi Pemberantasan Korupsi terkait pencegahan korupsi dan pengendalian gratifikasi pada momentum hari raya.

Melalui edaran tersebut, ASN dan penyelenggara negara di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung diingatkan untuk menjadi teladan bagi masyarakat dengan tidak meminta, memberikan, maupun menerima gratifikasi yang berkaitan dengan jabatan dan bertentangan dengan kewajiban atau tugasnya.

“Aparatur pemerintah harus menjadi contoh dalam menjaga integritas. Kami mengingatkan seluruh ASN agar tidak terlibat dalam praktik gratifikasi maupun tindakan yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan,” kata Marindo Kurniawan.

Selain itu, ASN maupun Non-ASN dilarang melakukan permintaan dana atau hadiah kepada masyarakat, perusahaan, maupun pihak lain dengan mengatasnamakan institusi, baik secara tertulis maupun tidak tertulis, karena berpotensi melanggar ketentuan hukum dan dapat berimplikasi pada tindak pidana korupsi.

Dalam hal terdapat penerimaan gratifikasi yang berkaitan dengan jabatan, aparatur diwajibkan melaporkannya kepada Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG) Pemerintah Provinsi Lampung disertai penjelasan dan dokumentasi penyerahan. Selanjutnya laporan tersebut akan diteruskan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi melalui aplikasi pelaporan gratifikasi (GOL).

Pemerintah Provinsi Lampung juga meminta seluruh pimpinan perangkat daerah untuk memperkuat pengawasan internal, melakukan mitigasi terhadap potensi gratifikasi di unit kerja masing-masing, serta memastikan seluruh pegawai menjaga profesionalitas dan integritas dalam menjalankan tugas.

Melalui kedua edaran ini, Pemprov Lampung berharap kedisiplinan aparatur dalam penggunaan fasilitas negara semakin meningkat sekaligus memperkuat komitmen mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan bebas dari praktik korupsi.

Mudik Lebih Aman dan Terjangkau, Pemprov Lampung Berangkatkan Ribuan Pemudik Gratis

Bandar Lampung — Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela melepas keberangkatan pemudik pada program Mudik Gratis Idulfitri 1447 Hijriah/2026 menggunakan moda transportasi bus dan Kereta Api di Stasiun Tanjung Karang, Bandar Lampung, Senin (16/03/2026).

Program ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Provinsi Lampung untuk membantu masyarakat agar dapat pulang ke kampung halaman dengan aman, nyaman, dan biaya yang lebih terjangkau.

Wakil Gubernur Jihan Nurlela menyampaikan bahwa program mudik gratis tahun 2026 merupakan pelaksanaan kedua yang digelar Pemerintah Provinsi Lampung, dengan perluasan layanan moda transportasi.

“Alhamdulillah hari ini Pemerintah Provinsi Lampung bersama para mitra kembali dapat membantu masyarakat melaksanakan mudik. Tahun ini menjadi mudik gratis kedua yang kami selenggarakan. Jika tahun lalu hanya menggunakan kereta api, tahun ini kita tambahkan moda transportasi bus sehingga jangkauan pelayanan kepada masyarakat semakin luas,” ujarnya.

Ia menjelaskan, keberangkatan melalui kereta api pada hari tersebut melayani rute menuju Kertapati pada pagi hari dan Baturaja pada siang hari. Sementara itu, moda transportasi bus telah diberangkatkan sebelumnya untuk melayani sejumlah daerah di Provinsi Lampung seperti Kabupaten Way Kanan, Lampung Barat, Pesisir Barat, dan Mesuji.

Menurut Jihan, program mudik gratis ini tidak hanya membantu masyarakat secara ekonomi, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian sosial yang diharapkan dapat memberikan kebahagiaan bagi para pemudik yang ingin berkumpul dengan keluarga di kampung halaman.

“Semoga para pemudik dapat melakukan perjalanan dengan lancar, nyaman, dan selamat sampai tujuan serta dapat berkumpul bersama keluarga dalam keadaan sehat walafiat,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perhubungan atas dukungan yang diberikan, termasuk penambahan kuota mudik dari Jakarta menuju Lampung melalui skema Public Service Obligation (PSO) serta subsidi sebesar 30 persen untuk tarif kapal penyeberangan.

Wakil Gubernur juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada para mitra yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan program mudik gratis tahun ini.

Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Lampung, Ahmad Iswan H. Cahya mengapresiasi program tersebut karena seluruh pelaksanaannya tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).”Program ini zero APBD.

Artinya seluruh kegiatan murni hasil kreativitas organisasi perangkat daerah dan kerja sama Pemerintah Provinsi Lampung dengan para mitra. DPRD Provinsi Lampung tentu mengapresiasi langkah positif ini, dan berharap ke depan pelayanan kepada masyarakat dapat semakin baik, aman, dan nyaman,” ujarnya.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung Bambang Sumbogo menjelaskan bahwa pelaksanaan program ini telah dikoordinasikan dengan Organisasi Angkutan Darat (Organda) sehingga tidak merugikan pihak pengusaha angkutan.

Ia menambahkan bahwa program ini memanfaatkan moda transportasi bus yang ada di Lampung berdasarkan kesepakatan bersama dengan para pengusaha angkutan.

“Program ini melayani masyarakat Lampung yang akan menuju Palembang dan juga masyarakat yang berada di wilayah Lampung. Ada yang menggunakan kereta api dan ada yang menggunakan bus,” jelasnya.

Bambang juga menambahkan bahwa dukungan pemerintah melalui skema PSO memberikan dampak besar bagi masyarakat. Tarif perjalanan kereta api dari Lampung menuju Kertapati yang seharusnya sekitar Rp180 ribu dapat ditekan menjadi sekitar Rp32 ribu karena subsidi pemerintah.

“Demikian juga untuk rute ke Baturaja, ada subsidi sekitar Rp80 ribuan sehingga masyarakat hanya membayar sekitar Rp29 ribu,” katanya.

Secara keseluruhan, program Mudik Gratis Pemerintah Provinsi Lampung tahun 2026 ini memberangkatkan sebanyak lebih kurang 1.886 pemudik yang menggunakan moda transportasi bus dan kereta api menuju berbagai daerah tujuan. Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat merayakan Hari Raya Idulfitri bersama keluarga dengan perjalanan yang lebih aman dan nyaman.

Perbaikan Jalan Dipercepat, Pemprov Lampung Pastikan Jalur Mudik Lebaran Lebih Aman

Bandar Lampung — Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) terus bergerak mempercepat perbaikan sejumlah ruas jalan provinsi guna memastikan kelancaran dan keselamatan masyarakat menjelang arus mudik Lebaran. Langkah ini dilakukan melalui penutupan lubang jalan (patching), perbaikan struktur jalan, hingga pembenahan sistem drainase di berbagai titik strategis, Sabtu (14/3/2026).

Gubernur Lampung menegaskan bahwa kesiapan infrastruktur jalan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah dalam menghadapi meningkatnya mobilitas masyarakat saat musim mudik. Oleh karena itu, berbagai pekerjaan perbaikan dipercepat agar jalan provinsi berada dalam kondisi aman dan nyaman dilalui pemudik.

Salah satu penanganan penting dilakukan pada ruas jalan provinsi Ulusemong – Trimulyo di Dusun Pusaka Jaya, Pekon Sirna Galih, Kecamatan Ulubelu, Kabupaten Tanggamus. Di lokasi tersebut, jembatan yang ambrol akibat terjangan banjir karena hujan lebat kini tengah ditangani dengan pembangunan jembatan darurat sementara menggunakan pemasangan gorong-gorong armco.

Penanganan darurat ini dilakukan agar konektivitas tetap terjaga dan arus transportasi tidak terputus. Selain itu, Dinas BMBK juga melakukan pekerjaan penutupan lubang jalan pada ruas provinsi Lempasing – Padang Cermin di Kabupaten Pesawaran. Ruas jalan sepanjang sekitar 23 kilometer tersebut menjadi jalur vital penghubung kawasan pesisir dengan Kota Bandar Lampung dan kerap dilalui wisatawan serta masyarakat lokal.

Perbaikan serupa juga dilakukan di ruas Gedong Tataan – Kedondong, Kabupaten Pesawaran, dengan total panjang ruas sekitar 20 kilometer. Pada ruas ini, selain penambalan jalan berlubang, juga dilakukan pembenahan drainase guna mengantisipasi genangan air yang berpotensi mempercepat kerusakan jalan.

Sementara itu di Kabupaten Pringsewu, perbaikan jalan dilakukan pada ruas Pringsewu – Pardasuka sepanjang sekitar 18 kilometer, serta ruas Kalirejo – Pringsewu sepanjang kurang lebih 21 kilometer. Kedua ruas ini merupakan jalur penting penghubung antarwilayah yang menopang mobilitas masyarakat serta distribusi hasil pertanian.

Melalui langkah percepatan ini, Pemerintah Provinsi Lampung berharap kondisi jalan provinsi semakin mantap sehingga mampu mendukung kelancaran arus mudik Lebaran sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah di Provinsi Lampung.